Pameran Nyoman Gunarsa
Kebudayaan Menyatukan Masyarakat di Tengah Konflik
Jumat, 06 Apr 2007 17:22 WIB
Brussel -
Saat kepentingan ekonomi dan politik menyemai konflik dan kontrovresi, kebudayaan menyatukan masyarakat dan membuat masyarakat saling menghormati.Demikian dikemukakan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belgia, Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa (UE), Nadjib Riphat Kesoema, dalam acara pembukaan pameran lukisan karya Nyoman Gunarsa dkk. di hotel Thon Brussel City Centre, Belgia, Kamis (5/4/2007)."Kebudayaan memainkan peranan penting dalam membangun keterikatan dan kebersamaan antara masyarakat yang mempunyai perbedaan kepentingan ekonomi maupun politik," imbuh Dubes Nadjib, sebagaimana siaran pers KBRI Brussel yang diterima detikcom hari ini, Jumat (6/4/2007).Pameran yang merupakan hasil kerjasama KBRI Brussel dengan Belgian-Indonesian Foundation for Cultural Promotion (BIFC Promotion) itu mengangkat judul Voice of Peace: From Bali to the World dan akan berlangsung hingga 9/4/2007 mendatang. Hadir dalam acara itu para pejabat dari Kemlu Belgia dan Komisi Eropa, duta besar negara-negara ASEAN dan negara sahabat lainnya, serta para kolektor lukisan, kurator museum, peminat seni, para pengusaha dan kalangan media setempat.Disebutkan, bahwa goresan, warna, tekstur, perspektif, komposisi bahkan tema dalam lukisan itu menjadi idiom kebangsaan yang khas, yang mengungkap nilai-nilai universal kemanusiaan, keindahan dan cinta kasih yang amat dibutuhkan dalam pergaulan antarbangsa. Lukisan-lukisan yang dipamerkan selain menjadi daya pikat Indonesia di mancanegara juga menjadi wahana kerjasama antarkelompok masyarakat Indonesia dan Belgia yang sudah terjalin baik. Di samping itu juga menjadi jembatan bagi dialog antarbudaya, persahabatan, pergaulan internasional maupun pemahaman terhadap Indonesia. Dalam acara yang bertepatan dengan peringatan Paskah itu para tamu VIP diberi kesempatan memecahkan easter-egg (telur Paskah, red), terbuat dari telur burung puyuh yang isinya telah dikeluarkan dan diganti dengan cat minyak, ke atas kanvas kosong. Kemudian salah seorang pelukis, I Made Pasek, melanjutkan untuk melukis di atas kanvas tersebut yang akan ditunjukkan (on display) pada 9/4/2007.
(es/es)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































