Jemaat Gereja Juga Diminta Tidak Percaya Pada Ramalan

Jemaat Gereja Juga Diminta Tidak Percaya Pada Ramalan

- detikNews
Jumat, 06 Apr 2007 17:03 WIB
Jakarta - Keresahan atas ramalan bahwa Pekanbaru akan dilanda bencana pada 4 April 2007 juga dialami para jemaat geraja. Mereka pun diminta untuk tidak mempercayai ramalan tersebut. "Kita berharap warga jangan ada yang percaya atas ramalan tersebut," kata salah seorang jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort II Pekanbaru, AB Purba SH, saat dihubungi detikcom, Jumat (6/4/2007) di Pekanbaru. Menurut AB Purba yang juga anggota DPRD Riau ini, ramalan yang konon kabarnya dari Mama Laurent itu memang menjadi perbincangan dalam sepekan terakhir. Dari berbagai perbincangan itu, masyarakat merasa resah atas ramalan yang menyebut bakal ada bencana di Pekanbaru. "Saya sudah mengingatkan keluarga saya, untuk tidak percaya dengan ramalan itu. Saling mengingatkan seperti ini sudah kami lakukan, karena hampir saban hari ada saja warga kita yang terus membincangkan soal ramalan tersebut. Sebaiknya kita percaya dengan Tuhan, bukan dengan ramalan manusia," kata pria yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu. Hal senada juga diungkapkan aktivis Gereja Katolik Stasi Pasir Putih, Pekanbaru, Jupernalis Samosir. Menurutnya, dalam ajaran Katolik, apa yang akan terjadi esok hari itu, hanya Tuhan yang tahu. Meski dalam kajian Alkitab manusia diberitahu apa yang akan terjadi dimasa mendatang, namun pemberitahuan itu hanya diberikan lewat orang-orang pilihan Tuhan. Orang pilihan yang dimaksud adalah para nabi. "Misalnya Nabi Nuh, yang diberitahu bakal terjadi air bah, juga soal Kota Sodom dan Gumora yang dibakar oleh api. Itu sebabnya, kami selaku jemaat Katolik khususunya di Pasir Putih tidak menanggapi ramalan tersebut secara serius, walau kita mengakui juga ada sebagian umat yang bertanya tentang itu," kata Jupernalis menjelang kebaktian Jumat Agung. Kendati begitu, kata Jupernalis, harus juga diyakini bahwa Tuhan memberikan kemampuan lebih bagi setiap orang. "Tuhan itu Maha segalanya. Soal kematian dan bencana hanya Dia yang tahu kapan dan dimana tempatnya," tukas Jupernalis. (cha/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads