Garuda Diminta Buka Kembali Jalur Medan - Eropa
Jumat, 06 Apr 2007 01:30 WIB
Medan - Komisi VI DPR meminta PT Garuda Indonesia untuk membuka kembali jalur penerbangan dari Medan menuju Eropa. Pembukaan jalur ini dipandang penting untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dan provinsi di sekitarnya."Permintaan itu memang sudah pernah kita ajukan dalam rapat Komisi VI dengan jajaran direksi Garuda dalam pertemuan akhir Maret lalu," kata anggota Komisi VI Nasril Bahar di Medan, Kamis (5/4/2007).Menurut Nasril, pembukaan kembali jalur penerbangan ini akan sangat mendukung program pembangunan wisata di Sumatera Utara. Apalagi posisinya sebagai gerbang sebelah barat untuk masuk ke Indonesia. Minimnya jumlah wisatawan dari Eropa yang berkunjung ke Sumut selama ini, kata dia, salah satunya karena tidak ada penerbangan langsung (longhaul) ke Medan. Jadi terpaksa mengandalkan wisatawan yang datang atau masuk dari Malaysia dan Singapura."Dari informasi yang saya peroleh, keinginan datang itu cukup banyak. Namun kendala di penerbangan ini yang merepotkan. Kita memiliki banyak objek wisata yang bagus, namun tidak ada wisatawan karena penerbangan yang hanya ke Jakarta atau Bali," kata wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN).Menurut dia, ke depan pola ini harus diubah, dikembalikan seperti tahun 1994 lalu, ada penerbangan langsung dari Medan ke negara-negara Eropa seperti Belanda. Garuda Indonesia memutuskan untuk menutup jalur penerbangan Medan - Eropa karena beberapa pertimbangan. Namun setelah lebih dari 13 tahun ditutup, kata Nasril, ternyata wisatawan dari Eropa tetap datang ke Sumut. Datang ke Bukit Lawang, dan Nias yang kini bandaranya terus diperbaiki."Kalau tidak dirintis ulang jalur yang sudah pernah dibuka itu, tentu kondisi pariwisata Sumatera Utara, sulit berkembang sebagaimana yang diharapkan. Segala pameran dan even wisata yang dilakukan di luar negeri akan relatif sia-sia jadinya kalau dukungan untuk penerbangan langsung ini tidak tersedia," tuturnya.Nasril merujuk pada target 7 juta wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia pada tahun 2007. Padahal tahun 2006 kunjungan sekitar 4,8 juta orang. Memenuhi angka ini tentu sulit, jika tidak dilakukan terobosan baru. "Kita berharap Garuda Indonesia bisa membantu. Kalau memungkinkan tentu tahun 2007 ini bisa direalisasikan penerbangan Medan - Eropa itu. Tetapi kalau pun memang membutuhkan waktu, ya bersamaan dengan operasional Bandara Kuala Namu nanti. Karena dari sisi fasilitas bandara, akan lebih baik," pungkasnya.
(rul/ary)











































