Pimpinan Gereja Diadukan ke Polisi, Umat Kristen Resah

Pimpinan Gereja Diadukan ke Polisi, Umat Kristen Resah

- detikNews
Kamis, 05 Apr 2007 23:06 WIB
Palembang - Sejumlah pimpinan gereja Kristen di Palembang dilaporkan ke polisi. Mereka dituduh telah mencemarkan nama baik. Akibatnya, umat Kristiani di Palembang resah."Sejumlah umat mendatangi kami, mereka cemas dan sedih soal adanya laporan ke kepolisian terhadap diri kami," kata pendeta HS Gultom kepada detikcom, seusai rapat pimpinan Kristiani di gereja Bethel Tabenakel, Talangkerikil, Palembang. Kamis (5/04/2007).Gultom yang sehari-hari sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PD-PGPI) Sumatra Selatan (Sumsel) bersama lima pimpinan Kristiani lainnya dilaporkan Sahat Patar Tambunan Gaol ke Kepolisian Daerah Sumatra Selatan.Laporan itu lantaran mereka berlima mengirim surat penilaian terhadap Sahat Patar Tambunan Gaol yang akan ditunjuk oleh pemerintah sebagai pejabat Pembimbing Masyarakat Kristen (Pembimas) Kanwil Departemen Agama Sumsel.Isi surat yang dikirimkan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI tertanggal 22 Januari 2007 berisi penilaian terhadap Sahat yang dianggap tidak layak atau pantas menjabat Pembimas Kanwil Depag Sumsel."Salah satunya bersikap arogan, dan melecehkan keberadaan badan kerjasama gereja, seperti Oikoumene Kristen Sumsel (OKSS)," jelas Gultom.Sampai hari ini, sudah dua pimpinan gereja yang menerima surat panggilan dari kepolisian, yakni pendeta JK Siwi, Ketua Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sumsel, dan pendeta Aryanto, wakil ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (DPD API) Sumsel."Kalau dia keberatan dengan surat penilaian kami, seharusnya dia dapat bertemu dengan kami, dan bertanya atau protes, tidak melaporkan ke kepolisian, sehingga membuat resah umat Kristiani," kata pendeta Immanuel Ndoen, Ketua Umum Gereja Pantekosta Rahmat (GPR) Sumsel, kepada detikcom."Harapan kami, persoalan seperti ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Sebenarnya sikap dia ini menunjukkan bukan sebagai pembina umat. Kalau pembina umat, ya, harus berpikir jernih, terbuka," tegas Immanuel.Sementara Sahat Patar Lumban Gaul kepada detikcom melalui telepon mengatakan alasan dirinya melaporkan para pendeta tersebut lantaran dirinya merasa difitnah. "Surat mereka itu sampai ke Jakarta, ditembuskan ke Gubernur Sumsel, Depag Sumsel, ke mana-mana. Itu tidak benar, itu fitnah," kata Sahat. (tw/ary)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait