Gagal Temui Imam Utomo, Korban Lumpur Amuk Polisi

Gagal Temui Imam Utomo, Korban Lumpur Amuk Polisi

- detikNews
Kamis, 05 Apr 2007 15:23 WIB
Jakarta - Ratusan korban lumpur Lapindo berang karena gagal bertemu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Imam Utomo untuk menuntut ganti rugi tunai. Polisi yang menjaga Gedung Negara Grahadi pun jadi sasaran kemarahan.Sebelumnya, massa beraksi di DPRD Jatim. Namun saat mereka mendengar kabar Imam Utomo berada di Grahadi mereka pun buru-buru pindah.Tapi mereka harus menelan pil pahit lantaran Imam Utomo ternyata tengah berada di kantornya, Jalan Pahlawan. Tempat itu sebenarnya telah mereka lewati ketika konvoi.Rasa kecewa pun tak dapat mereka pendam lagi. Mereka menumpahkan kekesalannya kepada polisi-polisi yang berjaga. Semua jenis makian dilontarkan kepada polisi-polisi yang tidak tahu manahu itu."Kita ini manusia. Jangan dipimpong. Disini atau di jalan Pahlawan yang bener itu. Dan Pak polisi kalau seperti ini sama dengan binatang," maki Lela sambil menuding-nuding polisi yang jaga di Grahadi, Jl Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (5/4/2007).Anggota polisi yang didamprat berusaha bersabar dan tidak meladeni. Salah satu petugas bahkan meminta ibu-ibu untuk tenang. "Tenang ..tenang..bu," katanya mencoba menenangkan.Kejadian itu bertambah tegang saat Lela yang berasal dari Blok L Perum Tas I menangis histeris dihadapan polisi. Dia berharap polisi dapat menyampaikan tuntutannya pada Gubernur Jatim."Pak polisi saya orang kecil. Saya cuman istri pegawai PT PAL. Demi Tuhan saya membeli rumah itu dengan keringat suami saya dan saya. Anak saya empat semuanya perempuan. Butuh biaya. Sekarang saya ngontrak dirumah tipe 21," katanya dengan suara parau.Korban lumpur ini gagal mendekat ke Grahadi. Mereka tertahan 100 meter dari Grahadi karena ketatnya penjagaan. (gik/ken)


Berita Terkait