Mahasiswi Cabuli Bocah SMP
Berhubungan Intim, FM Merasa JS Lebih Dewasa
Kamis, 05 Apr 2007 14:55 WIB
Bandung - Saat melakukan hubungan intim dengan mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Bandung berinisial FM, JS memang masih berusia 13 tahun. Tapi, bagi FM, JS yang berbadan bongsor itu malah lebih dewasa dibanding dirinya. Karena itulah, FM merasa pacaran antara dirinya dengan JS sesuatu yang normal. FM membantah telah mencabuli JS, seperti tudingan orangtua JS. FM mengaku hubungan cintanya bersama anak SMP itu didasari rasa saling suka, bukan sebuah keterpaksaan. Bahkan, menurut FM, JS-lah yang pertama kali mengucapkan rasa cintanya kepada dirinya. "JS menelepon saya dan menyatakan cintanya. Dia saat itu bilang," Mau gak jadi pacar saya". Saya jawab, "Iya". Kami memang saling suka, dan setelah itu ya jadian," ujar FM kepada wartawan di kantor pengacaranya, Djoni Widjaja Aluwi, di Jl. Panjaitan, Bandung, Kamis (5/4/2007). FM yang mengenakan kaos biru dan bercelana jins biru itu didampingi Djoni dan kedua orangtuanya. FM juga membawa si buah hatinya hasil hubungan dengan JS. FM mengaku bertemu pertama kali dengan JS pada tahun 2003 di sebuah gereja di Jl. Lengkong Kecil, Bandung. Orangtua JS sebagai pimpinan dan pendeta gereja ini. Pada tahun 2003, FM berusia 19 tahun, sedangkan JS berusia 13 tahun. Saat pertama kali bertemu, FM mengaku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap JS. Namun, setelah sering jalan bareng dan sering bertemu, FM menilai JS merupakan anak SMP yang bukan biasa. Tubuh bongsor JS dengan wajah Indo itu membuat FM melihat JS layaknya sebagai orang dewasa. "Saya pertama sih biasa saja, tidak ada perasaan, karena saya tahu dia masih kecil. Tapi, ketika dia bersama saya, dia itu bersikap dewasa. Bahkan sikapnya lebih dewasa di atas saya," kata FM yang saat ini berusia 23 tahun. FM membeberkan lokasi pertemuan yang sering dijadikan tempat kencan dengan JS. Yang pasti, pertemuan di rumah JS lebih banyak. Bahkan, FM dan JS melakukan hubungan badan pertama kali di rumah JS yang berada di kawasan Jl. Soekarno-Hatta, Bandung. Selain di rumah JS, FM juga sering bertemu JS di sekolah JS. Bahkan, kedua insan yang dimabuk asmara itu pernah bertemu di Kampus FM. Dengan pertemuan-pertemuan itu, FM yakin bahwa JS bukanlah anak kecil lagi. "Pernah juga ketemuan di kampus saya. Saat itu, dia diantar sopirnya," ujar FM. Menurut FM, bila bepergian, JS memang sering menggunakan mobil dengan diantar sopir. Sementara saat menemui JS, FM juga sering mengendarai mobil. Saat ditanya seberapa sering pertemuan FM dan JS dilakukan, FM mengaku biasanya seminggu sekali. "Seminggu sekali biasanya. Tapi, kalau telepon-teleponan setiap hari," ujar dia. Hubungannya dengan JS, kata FM, sebenarnya sudah diketahui oleh adik JS. Bahkan, kadang-kadang adik JS sering menelepon FM mengabarkan kalau ibu-bapaknya tidak sedang di rumah. "Saat itulah, saya sering diminta ke rumah JS," ujar FM. Akibat hubungan mesra yang berlanjut dengan hubungan badan dengan JS, FM pun hamil. Pada Desember 2005, FM melahirkan anaknya melalui operasi cesar di RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Bayinya lahir prematur, karena saat itu kehamilan FM baru menginjak tujuh bulan.
(asy/nrl)











































