Aneka Motif Pengancam Bom: Iseng Hingga Ditinggal Kawin
Kamis, 05 Apr 2007 13:17 WIB
Jakarta - Ancaman bom oleh Sri Winarsih alias Wita, sungguh ganjil dan unik. Sebab Wita mengakui terus terang, nomor ponsel untuk mengancam tetap menyala, terbuka pada wartawan, dan tak juga dibekuk polisi.Motifnya mengirim ancaman bom ke SMS 1717 juga terbilang unik, yaitu untuk menarik perhatian agar perkara hukum yang menjerat dirinya dalam kasus ekspor-impor di Bea Cukai, diperhatikan.Berikut ini adalah motif pengancam bom yang dibekuk aparat:Desember 2004Sri Kusumaningsih, gadis Bandung yang menetap di Jakarta, mengirim e-mail dan faks berisi ancaman akan meledakkan Falls Church City Public School, Virginia, Amerika Serikat. Dia akhirnya ditangkap detektif AS dan Polri pada 7 Maret 2005. Motif Sri adalah, sakit hati karena pacarnya yang bernama Dewa Putu Dirga, meninggalkannya dan hendak menikahi guru di sekolah tersebut, Kathryn Hopkins.31 Januari 2005Kedubes Inggris dan Thailand diancam bom. Pelakunya wanita lulusan D-3 bernama bernama Zulfa (22). Dia nekat mengancam bom lewat SMS ke hotline pengaduan kedua kedubes itu. Isinya: Saya peringatkan akan ada bom yang akan saya ledakkan tepat di Imam Bonjol di Kedubes Inggris dan Thailand. Saya akan ledakkan salah satunya pada hari Jumat siang dan Sabtu pagi. Saya tidak bermain-main dan berhati-hatilah. Tujuannya, agar Agung S, pacarnya yang bertugas menjaga Kedubes Thailand tidak mudik ke Ngawi.Februari 2007Abdul Mujib Bin Liman (27) ditangkap karena mengancam membom Bank Indonesia, Jakarta. Petani gabah asal Bojonegoro, Jatim, ini mengirim ancaman lewat SMS 1717. SMS-nya adalah, "Hai polisi tolol. Sebentar lagi gedung Bank Indonesia Thamrin Jl Kebun Sirih akan kuledakkan. Ratusan nyawa akan melayang di gedung tersebut". Mujib mengancam dengan tujuan untuk iseng.Maret 2007Tolibin bin Sodik alias Libin mengancam bom Kedubes Inggris lewat SMS 1717. HP itu dipinjamnya dari kakaknya, Tohirin. Libin adalah pedagang es cendol di Bekasi. Dia mengancam bom karena terinspirasi tayangan di televisi.Maret 2007Sus Dwi Ningsih ditangkap karena mengancam bom Mal Artha Gading lewat SMS 1717. Sus adalah mahasiswi semester 4 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Bekasi. Motifnya hanyalah ingin menakut-nakuti. Dia terinspirasi SMS penjarahan yang terjadi pada saat Jakarta banjir bandang Februari silam. Namun Sus menyangkal mengirim SMS tersebut.Maret 2007Fadli, anak kelas 5 SD mengancam membom Monas lewat SMS 1717. HP yang digunakannya milik ibunya, Nureni.Maret 2007Polisi menangkap Yanto alias Ade karena mengancam bom Dufan Ancol lewat SMS 1717. Yanto mencatut nama Osama bin Laden. HP miliknya pun diregistrasi atas nama Osama. Motifnya, iseng.April 2007Sri Winarsih alias Wita mengancam Mabes Polri. Motifnya untuk menarik perhatian agar kasus ekspor-impor yang dia laporkan ke polisi diperhatikan. Hingga berita ini diturunkan, Wita masih bersantai di rumahnya. Dia mengaku tidak pernah dikontak polisi, apalagi diciduk.
(nrl/sss)











































