Wita, Pengancam Bom Mabes Polri Menanti Respons SBY
Kamis, 05 Apr 2007 09:13 WIB
Jakarta - Ancaman bom yang disampaikan Sri Winarsih alias Wita pada Mabes Polri sebenarnya untuk menarik perhatian Presiden SBY. Hal ini tak bisa dilepaskan dari kasus penipuan ekspor-impor tekstil yang membelitnya, yang menurut Wita melibatkan salah seorang famili Presiden."Kuncinya ini kan ada di tangan SBY, makanya kepolisian nggak berani mengusik," tegas pengancam bom Mabes Polri, Sri Winarsih alias Wita, saat dihubungi detikcom, Kamis (5/4/2007).Menurut Direktur PT Seta Sentral Sejahtera itu, ancaman bom yang ia lakukan adalah salah satu upaya agar Presiden menindaklanjuti kasusnya. Ia berharap agar Presiden melakukan reformasi dalam tubuh Bea Cukai. Badan ini disebut-sebut memiliki andil dalam kasus yang merugikan Wita hingga mencapai 10 miliar rupiah. Ditanya tentang kemungkinan meminta bantuan DPR, Wita buru-buru menolak. Peran wakil rakyat dirasa tak ada manfaatnya untuk menyelesaikan kasusnya."Saya malas melapor ke DPR, percuma, mereka mana tahu sistem Bea Cukai seperti apa bobroknya. Mereka cuma tahu bikin undang-undang saja," keluh ibu 2 anak yang tengah hamil 5 bulan ini.Hingga saat ini Wita masih menunggu tindak lanjut dari SBY dan polisi. Dia juga sudah menulis surat ke Kapolri Jenderal Sutanto. Dan meski telah mengancam bom Mabes Polri, Wita masih tetap bisa bersantai. "Saya sedang santai, nonton TV sekarang," katanya.
(fiq/nrl)











































