Bela Teman Pengoplos BBM, 80 Sopir Ikut Dipecat
Rabu, 04 Apr 2007 16:12 WIB
Jakarta - Niat membantu tiga teman yang di-PHK akibat kedapatan mengisi BBM oplosan -- campuran solar dan minyak tanah -- 80 sopir kontainer PT Roda Kencana Mandiri (RKM) malah mengalami nasib yang sama. Tak terima di-PHK sepihak, 80 sopir RKM yang bergerak di bidang pengangkutan kontainer menduduki kantor mereka, Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Rabu (4/4/2007). Mereka bertelanjang dada dan ada juga yang mengenakan kaos singlet. Para sopir yang beraksi pukul 13.00-15.10 WIB itu menuntut PHK sepihak dibatalkan.80 Sopir ini pada awalnya hanya membela tiga rekan mereka yakni Nanang (39), Nainggolan (34) dan Sarmani (30). Ketiganya di-PHK karena kedapatan mengisi BBM oplosan solar campur minyak tanah atau yang biasa dikenal dengan irex.Kejadian itu bermula saat Senin 2 April 2007, 80 sopir itu menuntut ketiga temannya itu untuk tidak diberhentikan. Namun 80 sopir itu malah dipecat rame-rame."Bos kita memang ngawur, hari Senin lalu hanya demo biasa, kami hanya meneriaki huu.. ketika bos kami masuk kantor, eh orangnya malah marah-marah dan bilang ya sudah dipecat semua saja," ujar koordinator aksi, Arifin.Alasan yang tidak jelas itu membuat gerah para sopir kontainer. Mereka menuntut agar tetap diperbolehkan bekerja kembali."Gaji kami pas-pasan, hanya Rp 1 juta per bulan. Sekarang cari kerja susah, jangan asal main pecat saja," imbuh Arifin.Kuasa hukum PT RKM, Adam Sembiring, menyatakan, kelalaian 3 sopir itu memang melanggar aturan perusahaan."Jadi kami sudah mengambil kebijakan dan kami sudah siapkan pesangon sesuai perusahaan," ujar Adam.Sedangkan untuk ke-80 sopir lainnya, pihak perusahaan akan mengupayakan negosiasi kembali dengan pihak sopir. "Namun sepertinya sulit karena yang punya pabrik ini sudah terlanjur memutuskan," tandas Adam.Aksi para sopir tidak menimbulkan kemacetan, karena berlangsung di dalam perusahaan. 15 Satpam hanya berjaga-jaga.
(nik/nrl)











































