Wantimpres Sangkal Dibentuk untuk Hadapi Pilpres 2009
Rabu, 04 Apr 2007 15:20 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) membantah tudingan yang menyebut pembentukannya punya tujuan politik demi menghadapi Pilpres 2009. Keberadaan lembaga baru ini sepenuhnya amanat konstitusi dan UU 19/2006."Ini amanat UU. Kita nggak ada pikiran ke situ (Pilpres 2009). Kita kerjakan saja apa yang sekarang ini bisa kita lakukan buat bangsa," kata Adnan Buyung Nasution, satu dari sembilan anggota Wantimpres, Rabu (4/4/2007).Penegasan di atas ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan seusai mengikuti pengarahan pertama dari Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) kepada Wantimpres,di Kantor Presiden, Jakarta.Menurut pengacara senior ini, pembentukan Wantimpres justru berawal dari pemikiran Presiden SBY setalah pemerintahannya berjalan beberapa waktu. Ketika itu dipikirkan perlu ada lembaga khusus untuk memberikan saran spesifik atas berbagai masalah negara yang teramat sangat kompleks."Agar kebijakan yang dihasilkan bisa tepat waktu, tepat sasaran dan tepat arah," ujar Buyung.Ditanya mengenai waktu pembentukan yang terjadi di pertengahan periode pemerintahan SBY-JK dan hanya membuat gemuk lembaga kepresidenan, giliran Sjahrir yang memberikan bantahan.Bibit dari Wantimpres sendiri sebenarnya telah ada sejak dua tahun lalu, dengan adanya lembaga non-formal penasihat presiden yang juga dianggotainya bersama Ali Alatas dan Rachmawati. Karenanya lembaga kepresidenan tidak bertambah gemuk dengan adanya Wantimpres.Sedangkan waktu pembentukan resmi baru setelah pemerintahan berjalan dua setengah tahun, sepenuhnya terkait dengan penyusunan UU Wantimpres di parlemen.Payung hukum itu baru disahkan oleh DPR pada Desember 2006, dan jatuh tempo pembentukannya tiga bulan setelah UU itu disahkan."Kegemukan? Sama sekali tidak. Badan saya yang gemuk," kelakar Sjahrir yang bertubuh tambun ini.
(lh/nrl)











































