Pengancam Bom Mabes Polri Mengaku Pernah Ditelepon SBY

Pengancam Bom Mabes Polri Mengaku Pernah Ditelepon SBY

- detikNews
Rabu, 04 Apr 2007 13:38 WIB
Jakarta - Wita, pengancam bom Mabes Polri, mengaku pernah mengadukan kasusnya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY bahkan sampai meneleponnya, namun kasusnya tetap luntang-lantung. Demi menarik perhatian, dia pun mengirim ancaman bom.Wanita bernama lengkap Sri Winarsih ini mengaku menjabat sebagai direktur utama di PT Seta Sentral Sejahtera, dan saat ini sedang tersangkut kasus ekspor-impor tekstil dengan Bea Cukai. Menurutnya, sudah dua tahun ini kasusnya terkatung-katung. Dia bahkan berstatus tersangka, namun tidak ada tindak lanjutnya setelah itu. Menurut versinya, kasus yang dia alami melibatkan orang yang masih punya hubungan keluarga dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Wanita yang berdomisili di Bekasi, Jawa Barat ini, mengaku sudah menempuh berbagai cara demi memperjelas status dan nasibnya dalam kasus tersebut. "Saya sudah ke SBY, sampai harus mati-matian menerobos Paspampres," cerita Wita sambil terisak, saat dihubungi detikcom, Rabu (4/4/2007)."Saya sudah ditelepon SBY. Saya ceritakan kasus saya, tapi SBY janji doang, sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya," imbuhnya. Wita mengaku ditelepon SBY pada 12 April 2006. (nks/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads