Pengancam Bom Mabes Polri Bernama Wita, Dirut Sebuah PT
Rabu, 04 Apr 2007 13:14 WIB
Jakarta - Mabes Polri digegerkan ancaman bom yang dikirim melalui SMS ke nomor 1717. Pengirim ternyata sengaja melakukan itu demi mengungkap kasusnya dengan Bea Cukai.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana mengakui adanya ancaman bom yang dilayangkan ke Humas Mabes Polri pada pukul 09.00 WIB, Rabu (4/4/2007).Dikatakannya, sekitar pukul 07.35 WIB masuk SMS ke nomor 1717 dari nomor 0818 484 686. Isi SMS ancaman berbunyi "Keluarga Presiden SBY pencuri, Mabes Polri sebentar lagi meledak".Saat detikcom menghubungi nomor tersebut, terdengar suara wanita yang mengaku bernama Sri Winarsih, Dirut PT. Seta Sentral Sejahtera, yang bergerak di bidang ekspor-impor.Wita, demikian nama panggilan wanita yang berdomisi di Bekasi ini, mengaku sengaja mengirim SMS ancaman bom tersebut karena kesal dengan ketidakjelasan nasibnya yang tersangkut kasus ekspor-impor dengan Bea Cukai."Saya sengaja melakukan itu. Saya mengumpankan diri agar kasus saya jelas," ujar Wita saat dihubungi detikcom via ponsel, Rabu (4/4/2007). "Sudah dua tahun kasus saya terluntang-lantung. Saya ada kasus besar dengan Bea Cukai, masalah jual beli aset negara. Saya berstatus tersangka tapi tidak ada tindak lanjutnya," imbuhnya.
(nks/nrl)











































