Penasihat SBY Disebut Wantimpres, Biar Tak Bias

Penasihat SBY Disebut Wantimpres, Biar Tak Bias

- detikNews
Rabu, 04 Apr 2007 13:12 WIB
Jakarta - Agar tidak bias dengan akronim yang merujuk pada hal lainnya, pemerintah memperkenalkan akronim baru untuk lembaga Dewan Pertimbangan Presiden, yakni Wantimpres.Kepala negara akan melantik secara resmi anggota Wantimpres pada 10 April mendatang. Acara itu sekaligus menerapkan susunan pimpinan lembaga tersebut."Pelantikan tanggal 10 April pekan depan, sekaligus akan diumumkan pimpinan Wantimpres," kata Seskab Sudi Silalahi di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (4/4/2007).Dijelaskan dia, susunan kepemimpinan Wantimpres sesuai kesepakatan akan dijabat bergantian oleh para anggotanya. Presiden SBY yang akan menunjuk siapa yang akan menjadi ketua.Kesembilan anggota Wantimpres akan memberikan masukan kepada presiden sesuai bidangnya masing-masing.Mereka adalah Ali Alatas untuk hubungan internasional, Adnan Buyung Nasution untuk masalah hukum, Dr Sjahrir untuk masalah ekonomi, Radi Abdul Gani untuk masalah pertanian, Rachmawati Soekarnoputri untuk bidang politik, TB Silalahi untuk masalah pertahanan dan keamanan, Emil Salim untuk masalah lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan, Ma'ruf Amin untuk kehidupan beragama, dan Budi Santoso untuk sosial budaya.Untuk memperlancar tugas-tugasnya, Wantimpres akan dilengkapi fasilitas sekretariat di bekas gedung DPA. Sekretariat tersebut sangat sederhana dan semata-mata bertugas untuk menunjang kegiatan Wantimpres.Tidak disebutkan mengenai fasilitas untuk 9 orang ini, meskipun UU-nya mengatur anggota Wantimpres berhak menerima sejumlah fasilitas dan honorarium."Kalau rumah atau mobil nggak usahlah. Kan masing-masing sudah punya. Ini pengabdian untuk negara, jadi jangan juga bicara soal gaji," kata Buyung yang ditanya mengenai fasilitas. (umi/sss)


Berita Terkait