Agung Tampik Interpelasi Iran Bentuk Desakan Reshuffle Kabinet
Rabu, 04 Apr 2007 12:30 WIB
Jakarta - Politisi Senayan mengklaim melancarkan interpelasi Iran kepada pemerintah SBY murni suara hati, bukan desakan agar SBY segera mereshuffle menterinya. Ketua DPR Agung Laksono sudah memastikan hal tersebut kepada para pengusung interpelasi. "Tidak ada deal-deal seperti itu (reshuffle). Saya bertanya kepada para pengusung interpelasi, semuanya rata-rata karena rasa tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat," ujar Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/4/2007).Menurut Agung, satu-satunya jalan untuk memenuhi tuntutan masyarakat agar pemerintah mencabut dukungannya terhadap resolusi DK PBB tentang sanksi pada Iran, hanya interpelasi.Di interpelasi itu, sambung Agung, DPR akan meminta penjelasan langsung dari SBY meskipun Menlu Hassan Wirajuda sudah menjelaskan hal itu kepada Komisi I DPR.Soal perbedaan pendapat interpelasi di tubuh anggota fraksi DPR, Agung menganggap hal itu wajar. Sebab hal itu merupakan keputusan pribadi anggota."Itu kan biasa. Di DPR ada 550 anggota, ada yang teken ada yang tidak teken. Pimpinan Dewan tidak bisa melarang atau menganjurkan. Ini pada saatnya akan diproses di mekanisme rapat pimpinan. Di situ akan kelihatan," bebernya.Usulan interpelasi Iran disampaikan pekan lalu. Awal pekan ini, DPR reses. Ada prediksi interpelasi Iran akan kandassebagaimana interpelasi lainnya.
(nik/nrl)











































