Jalan Porong Lumpuh, Joki Jalur Tikus Menjamur
Rabu, 04 Apr 2007 12:12 WIB
Sidoarjo - Dampak luapan lumpur yang melumpuhkan jalan raya Porong ternyata menjadi rezeki bagi puluhan pemuda daerah setempat. Ratusan pemuda menawarkan jasa sebagai joki penunjuk jalan tikus bagi kendaraan pribadi yang ingin ke Gempol, Pasuruan maupun sebaliknya.Para joki yang jumlahnya terus berkembang ini bisa ditemui di sepanjang Jalan Raya Tanggulangin hingga Candi, Sidoarjo. Mereka membidik kendaraan yang akan menuju Gempol. Sedangkan dari arah Gempol yang menuju Sidoarjo,joki-joki ini ngetem di sekitar Japanan dan bundaran Apollo.Sasaran empuk mereka adalah pengendara mobil-mobil pribadi yang ingin mencari jalan alternatif atau jalur tikus secara cepat daripada terjebak kemacetan ataupun enggan memutar melalui jalur alternatif di Mojosari Mojokerto yang jaraknya relatif lebih jauh.Pantauan detikcom, Rabu (4/4/2007), para joki yang siap dengan motornya ini berdiri di pinggir jalan sambil mengacungkan tangannya. "Ayo Bos....saya antar lewat jalan yang lancar. Murah...," teriak mereka sambil menghadang mobil di kawasan Candi Sidoarjo.Pengemudi yang tertarik memanfaatkan jasa joki pun harus pandai-pandai menawar jika tidak ingin menyesal di kemudian hari. Bagaimana tidak, ongkos sekali antar dipatok Rp 30 ribu - 60 ribu. Cukup mahal!Sebelum kesepakatan diambil, pengemudi mesti tawar-menawar. Dan kadangkala cukup alot. Dan memang setelah deal, sang joki akan mengawal kliennya hingga sampai tujuan dengan lancar.Pantauan di lapangan, jika jalan alternatif yang dipilih dari Tanggulangin, biasanya sang joki akan menempuh jalan tikus melalui desa Kali Tengah, Gempol Sari, Reno Kenongo dan Sengon. Jalur ini tembus ke jalan Tol Porong KM 39 yang sudah tidak berfungsi lagi.Dari jalan tol tersebut, antara joki dan kliennya pun berpisah setelah pembayaran dilakukan. Selanjutnya kendaraan tersebut bisa meluncur mulus ke Gempol. Tetapi sekarang jalur ini sudah tidak ada yang berani melewati, karena ancaman lumpur yang membahayakan.Sementara jalur yang sekarang menjadi langganan joki, adalah kawasan Candi. Mereka melalui jalur barat dan tembus ke Japanan kemudian lolos ke Pasuruan maupun ke Malang.Namun keberadaan joki ini juga meresahkan para pemakai jalan. Ulah joki-joki ini kadang terkesan memaksa para pengguna jalan untuk menggunakan jasa mereka.Bahkan dari pengamatan detikcom, para joki ini tak segan-segan menggedor kaca mobil para pengguna jalan. Beberapa pengendara mobil mau tidak mau berhenti sesaat."Ayo Pak, saya antar melalui jalan tikus yang bisa bisa lancar," tawar seorang Joki yang mengaku bernama Agus saat ditemui di sekitar jembatan Timbang Candi. Kerena keberadaan joki ini sudah dianggap mengganggu, Polres Sidoarjo akan mengawasi lebih ketat operasi mereka. Joki yang dianggap mengganggu akan diciduk.
(gik/asy)











































