Blair: Konflik Inggris-Iran Kritis

Blair: Konflik Inggris-Iran Kritis

- detikNews
Rabu, 04 Apr 2007 12:10 WIB
London - Perseteruan Inggris dengan Iran menyangkut penahanan 15 pelaut Inggris kian memanas. Bahkan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair mencetuskan, masalah itu kini menghadapi fase kritis.Blair mengingatkan, dirinya bisa saja terpaksa mengambil "keputusan lebih tegas" jika para personel Angkatan Laut Inggris itu tidak dibebaskan Iran."Selama 48 jam ke depan akan sangat kritis," kata Blair kepada Real Radio di Glasgow, Inggris, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/4/2007).Dikatakan Blair, pemerintahnya siap terus menekan pemerintah Teheran jika ke-15 warga Inggris itu tidak dibebaskan. Namun pemimpin Inggris itu menyambut pernyataan petinggi keamanan nasional Iran, Ali Larijani, yang lebih memilih solusi diplomatik atas masalah ini. "Itu kelihatannya menawarkan beberapa prospek namun hal paling penting adalah melepaskan orang-orang tersebut," tegas Blair.Sementara Wakil Presiden Iran Parviz Davoudi mengakui, pemerintah Inggris mulai menujukkan perubahan sikapnya dalam beberapa hari ini dan bertindak atas dasar negosiasi. Namun diingatkannya, London harus mengakui bahwa para pelaut itu berada di wilayah perairan Iran saat ditangkap."London harus memberi jaminan dan menyatakan bahwa ini pelanggaran dan tidak akan ada lagi kesalahan lainnya di masa mendatang," kata Davoudi. Ketegangan Iran-Inggris ini mencuat setelah 15 personel Inggris ditahan aparat Iran di perairan Teluk utara pada 23 Maret lalu. Para personel yang terdiri dari 14 pria dan 1 wanita itu dituduh melanggar wilayah perairan Iran. Namun pemerintah Inggris bersikeras bahwa mereka saat itu berada di perairan Irak. (ita/nrl)


Berita Terkait