Terbelit Kasus Korupsi, Kadis Peternakan Riau Menghilang
Rabu, 04 Apr 2007 10:20 WIB
Pekanbaru - Sudah lebih dari sebulan, Kepala Dinas Peternakan Riau, Marzuki Hesin tidak pernah masuk kantor. Dia menghilang sejak proyek pengadaan ternak sapi Rp14 miliar terindikasi korupsi. Marzuki Husein diduga orang paling bertanggung jawab atas proyek pengadaan sapi ternak asal Australia ini, sudah tidak pernah ngantor lagi. Orang nomor satu di Dinas Peternakan Provinsi Riau ini, tidak diketahui rimbanya. Akibat tidak pernah masuk kantor akhirnya Pemerintah Provinsi Riau pun berang. Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Riau, Mambang Mit pun melayangkan surat peringatan sebanyak dua kali. Surat itu berisi teguran terhadap Husein selaku PNS karena sudah sebulan lebih tidak masuk kantor. "Kita sudah layangkan surat teguran terhadap Kepala Dinas Peternakan Riau yang tidak pernah masuk kantor. Namun sampai saat ini juga, kita tidak mengetahui keberadaannya," kata Mambang Mit kepada wartawan di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Rabu (4/4/2007) . Sebagaimana diketahui, menghilangnya Marzuki Husein ini setelah proyek pengadaan sapi ternak untuk masyarakat miskin di Riau tidak terealisasi. Proyek pengadaan sapi tahun anggaran 2006 ini dianggap gagal. Sampai tahun anggaran 2007, sapi yang tersedia baru sekitar 25 persen dari total Sapi yang mesti disediakan 1.400 ekor. Malah anggota DPRD Riau, Komisi B, AB Purba kepada detikcom mengatakan, royek pengadaan sapi ini diduga sarat dengan berbagai masalah. Selain jumlah sapi yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, malah ada indikasi sebagian besar sapi ternak itu tidak berasal dari Australia. "Sampai sekarag kita belum menerima bukti konkret atas dokumen pembelian sapi dari Australia itu. Kalau memang sapi ini berasal dari luar negeri, tentulah ada faktur bea dan cukai," kata AB Purba. Dugaan sementara, lanjut AB Purba, sebagian sapi berasal dari Banten. Dalam anggaran, sapi yang akan disediakan merupakan sapi betina dalam keadaan hamil alias bunting. "Awal proyek ini pihak Dinas Peternakan akan menyediakan sapi bunting agar cepat melahirkan. Tapi nyatanya, sebagain besar sapinya tidak dalam keadaan bunting. Malah ada sapi yang penyakitan," duga AB Purba.
(cha/mar)











































