Cliff Digebuki Senior karena Telat Datang ke Barak DKI IPDN
Rabu, 04 Apr 2007 09:44 WIB
Jakarta -
Misteri kematian Cliff Muntu, praja tingkat II Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mulai terang. Motif penganiayaan pada Cliff oleh para seniornya adalah karena dia telat datang ke barak DKI Jakarta pada Senin malam, 2 April lalu.Informasi ini disampaikan seorang dosen yang wanti-wanti agar namanya tidak disebut, mengaku telah merekam kesaksian seorang praja yang menyaksikan insiden itu. Dia juga meminta agar praja itu tidak disebut namanya."Karena dia telat jadi diberi (hukuman) disiplin yang lebih berat lagi," kata dosen tersebut pada detikcom, Rabu (4/4/2007) pukul 09.15 WIB.Penganiayaan tersebut bermula dari latihan drumband usai makan malam pukul 19.30 WIB tanggal 2 April yang juga diikuti Cliff Muntu. Setelah latihan selesai, Cliff bersama 29 rekannya yang tergabung dalam pataka (pembawa lambang IPDN) angkatan II, dipanggil oleh pataka angkatan III ke barak DKI pukul 22.00 WIB. Cliff Muntu memenuhi panggilan tersebut. Namun dia telat datang. Akibatnya seniornya yang berjumlah 13 orang memberinya hukuman disiplin yang lebih berat dari teman-teman pataka lainnya.Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menyatakan, pengawasan terhadap para praja dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Menurutnya, peristiwa kekerasan pada Cliff dilakukan oleh para praja nakal yang mencuri-curi waktu pengawasan. Situasi di barak sulit diawasi.
(ziz/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































