RI Harus Belajar dari Konflik Irak
Selasa, 03 Apr 2007 20:52 WIB
Bogor - Konflik sektarian antara Sunni dan Syiah di Irak bisa menjadi pelajaran mahal bagi masyarakat Indonesia. Konflik primordial jika tidak dicegah bisa berakibat fatal."Ini bisa jadi pelajaran buat ummat Islam di Indonesia, agar jangan cepat terpengaruh terhadap isu-isu primordial," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, usai pembukaan Konferensi Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak, di Istana Bogor, Selasa (3/4/2007).Menurut Din, konflik sektarian di Irak bila tidak dicegah dapat menjadi proxy war atau perang perwakilan. Negara-negara yang memihak Sunni atau Syiah ikut berkonflik secara lebih luas."Saya berharap agar konflik Sunni-Syiah tidak merambat hingga ke Indonesia," lanjutnya.Din meminta pemerintah terus melakukan lobi-lobi internasional. Perdamaian di Irak menurut bisa dicapai jika pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya hengkang dari Irak."Saya kira langkah ini bisa dilakukan secara simultan dengan upaya rekonsiliasi," pungkasnya.
(fay/mar)











































