Ingin Mengubah Nasib di Jakarta, Mukhlisin Malah Dibius
Selasa, 03 Apr 2007 20:10 WIB
Jakarta - Apes nian nasib Mukhlisin (25), perantau asal Rembang Jateng ini. Niat ingin merubah nasib dengan merantau ke Jakarta, malah mendapat petaka. Dia dibius oleh orang tak dikenal hingga harta bendanya dipereteli.Mukhlisin, perantau asal Kampung Pandang Kulon, Rembang, Jawa Tengah bertolak dari desanya ke Jakarta karena di tempat kelahirannya sudah tidak menawarkan pekerjaan yang menggiurkan. Ia berharap ada perubahan nasib di Jakarta."Ya nyari pekerjaan aja. Siapa tahu beruntung dapat pekerjaan yang gajinya gede. Di desa sudah nganggur. Ingin jadi TKI tidak punya modal," ujar Mukhlisin di UGD RSUD Koja, Jl Jampea Raya, Jakarta Utara, Selasa, (3/4/2007).Namun apa lacur. Baru pertama kali hendak mengikuti wawancara kerja sebagai pelaut di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, ia ditipu orang. Mukhlisin dicekoki minuman yang telah diberi obat bius saat menumpang bus PPD 125 jurusan Blok M-Tanjung Priok oleh orang tak dikenal."Saya tidak ingat persis. Saya cuma diajak ngobrol sama orang yang baru saya kenal di terminal. Lalu saya ditawari minuman oleh orang itu," kata pria lajang dengan kondisi tubuh masih lemas karena belum terbebas dari pengaruh obat bius.Menurut Mukhlisin, pada awalnya ia sempat menolak karena merasa tidak haus. Tetapi, orang tak dikenal itu setengah memaksa hingga ia menerima juga.Dia sedikit memaksa. Dia bilang, "sudah ditawari kok menolak. Nggak sopan". "Saya jadinya tidak enak," papar Mukhlisin mengingat-ingat.Lantas, dengan canggung ia minum cairan yang dimasukan dalam botol sofdrink. Ia belum lupa, rasa minuman itu pahit, hingga tak semua dihabiskan. "Agak pahit-pahit gimana, gitu. Jadi nggak saya habiskan," cerita Muhklis melanjutkan.Tak menunggu lama, dalam kurun waktu dari 15 menit ia tak sadarkan diri di bus itu juga. Orang tak dikenal itu langsung menggasak barang korban berupa dokumen yang berisi antara lain ijazah, HP dan uang tunai sebanyak Rp 250 ribu. "Hilang semua. Saya tahu-tahu sudah di rumah sakit," sesal Mukhlisin.Ia ditolong oleh penumpang lain di terminal Tanjung Priok dan dilarikan ke RSUD Koja. Hingga sore ini, kondisinya belum juga stabil. Tubuh Mukhlis terlihat lemas, mata kabur, dan air muka terlihat sayu.Lantas, menyesalkah Mukhlis mengadu nasib di Jakarta? "Lagi apes saja. Lain kali pasti sudah hati-hati, dan tetep mencoba terus nyari pekerjaan di sini," tanggap Mukhlis mencoba bertahan.
(mar/mar)











































