SBY: Peran Ulama Vital Wujudkan Perdamaian di Irak
Selasa, 03 Apr 2007 18:43 WIB
Bogor - Peran ulama dalam rekonsiliasi Irak sangat vital. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), konflik di Irak tidak bisa diselesaikan dengan senjata, tapi dengan dialog dan bimbingan spiritual dari ulama."Dalam rekonsiliasi di Irak, para pemimpin agama memiliki peran vital. Masyarakat Irak memerlukan adanya bimbingan spiritual dan kebijaksanaan dari para ulama," cetus Presiden SBY dalam pidato membuka konferensi internasional para pemimpin Islam untuk rekonsiliasi di Irak di Istana Bogor, Bogor, Selasa (3/4/2007).Ulama bisa berkontribusi dalam perdamaian dan kehidupan yang harmonis di Irak. Caranya, para ulama memulai dialog dan sikap saling memaafkan. Masa depan Irak terletak pada sikap saling memaafkan itu.Pertemuan Bogor ini, menurut SBY, adalah langkah-langkah yang bersifat soft power. Karena memang yang paling dibutuhkan rakyat Irak saat ini adalah perasaan aman, harapan, pekerjaan, pendidikan, dan fasilitas kesehatan."Ini adalah pertarungan hati dan pikiran. Mereka perlu dialog, kenyamanan spiritual dan bimbingan para pemimpin," kata SBY. Setelah rekonsiliasi di Irak tercapai, barulah langkah kedua dilakukan, yakni menarik pasukan koalisi dari Irak. "Mereka perlu diganti dengan pasukan koalisi baru dari like minded moslem country. Dan diikuti dengan rekonstruksi Irak," tandas SBY.
(aba/mar)











































