Konferensi Sunni-Syiah Dibuka, Ulama Irak Tidak Datang
Selasa, 03 Apr 2007 18:15 WIB
Jakarta -
Konferensi internasional para pemimpin Islam untuk rekonsiliasi Irak resmi dibuka di Istana Bogor. Namun perwakilan ulama sunni maupun syiah dari Irak malah tidak datang.Konferensi ini dihadiri oleh 25 ulama dari 9 negara dan Organisasi Konferensi Islam (OKI)."Kita sudah kontak dengan perwakilan Irak di PBB, mereka katanya akan menghadirkan 5 ulama dari sunni dan syiah, tapi nyatanya tidak hadir," ujar Menlu Hassan Wirajuda usai pembukaan konferensi di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/4/2007).Hassan meminta hal ini tidak ditafsirkan negatif. Karena menurutnya, situasi di Irak bisa menyulitkan ulama untuk keluar dari Irak yang memang rawan konflik."Kita harus mengertilah situasi di sana. Perjalanan untuk keluar dari Irak memang tidak mudah," lanjut pria berkacamata itu.Dia menambahkan, inisiatif Indonesia untuk menggelar pertemuan ini memang sudah dirancang sejak jauh hari. Apalagi sejak awal Indonesia berpendapat pendekatan militer tidak cocok diterapkan di Irak. Justru perdamaian lahir melalui rekonsiliasi dan dialog."Kita harap pertemuan ini dapat memetakan peran para ulama yang lebih besar untuk melakukan rekonsiliasi. Tidak mungkin baru bertemu langsung damai," imbuh Hassan.Tapi paling tidak, Hassan berharap pertemuan ini bisa menjadi satu rangkaian dari proses yang panjang dan berkesinambungan, untuk melahirkan perdamaian abadi di Irak.Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin juga tidak tahu mengapa ulama Irak tidak datang. "Setahu saya yang hadir hanya Kuasa Usaha Ad Interim Irak untuk Indonesia Falih Abdul Kadir Al Hayali," kata dia.
(nvt/sss)










































