Derita Marfan's Syndrom, Ajeng Minta Disuntik Mati
Selasa, 03 Apr 2007 13:21 WIB
Surabaya - Melihat anaknya yang kian lemah dan tidak mampu bergerak, ibunda Ajeng, Wijayaning Wahyuni (52), hanya bisa pasrah. Ia tidak mampu berkata apa-apa melihat anaknya tidak sadarkan diri. "Sebelum masuk ICU, Ajeng sudah menolak ketika dibawa ke RS. Sebab ia tahu, saya tidak memiliki uang karena selama ini tidak bekerja. Tapi saya tidak peduli dan tidak mungkin membiarkan Ajeng kritis tanpa dibawa ke dokter, saya meminjam uang ke orang," katanya dengan mata berlinang saat berada di ruang tunggu ICU RSAL Dr Ramelan, Selasa (3/4/2007). Ny.Yuni pun bercerita saat menjaga Ajeng di saat keluhan sakitnya datang. "Pernah saya diajak ke dokter dan meminta agar menyuntik mati atau euthanasia. Saya langsung syok dan hanya bisa menghibur. Seringkali saya mengajaknya untuk bersabar," kenangnya. Bahkan, lanjut Yuni, Ajeng pernah menyarankan dirinya untuk membuang ke rumah sakit agar dirawat orang lain. Dengan keyakinan, pasti nanti akan ada orang yang kasihan dan mau menolongnya. Tentu saja permintaan Ajeng itu tidak dikabulkan oleh sang ibu. "Oalah Dik, kamu itu tanggung jawab ibu. Masak ibu harus berbuat seperti itu. Bagaimana nanti pertanggungjawabannya di hadapan Allah di akherat kelak," ujar Ny Yuni menceritakan perkataanya waktu itu sambil menahan air matanya.Ny.Yuni merasa bersalah karena tidak mampu merawat dan membelikan obat. Selama ini ia pontang-panting sendiri, sedangkan suami sudah meninggalkannya begitu saja dan merawat 9 anak-anaknya sejak kecil. Sebetulnya Ajeng sempat tertolong dengan adanya bantuan dari sebuah perusahaan nutrisi. Ajeng mendapat suplai obat dari perusahaan tersebut secara rutin. Bahkan Ajeng sampai bisa bekerja di perusahaan tersebut dan sempat menjadi motivator di hadapan 4.500 peserta seminar. Dua puisi Ajeng yang diberi judul I wait the sun dan I see the sun dibeli perusahaan tersebut. Hal ini terjadi setelah kondisi Ajeng dan perjuangan sang ibu dimuat di salah satu surat kabar harian di Surabaya
(fat/nrl)











































