IPDN: Kematian Cliff Bukan karena Unsur Kekerasan
Selasa, 03 Apr 2007 13:01 WIB
Bandung - Hasil otopsi jenazah Cliff Muntu, mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang meninggal di kampusnya, masih belum jelas. Namun pihak IPDN sudah memastikan bahwa Cliff tewas bukan akibat penganiayaan.Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Pengasuhan IPDN Ilhami Bisri, di kampus IPDN, Jalan Raya Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (3/4/2007)."Tadi pagi saya berputar ke seluruh barak dan mengumumkan bahwa kematian Cliff bukan karena kekerasan. Hal ini seperti yang dikatakan pihak RS Al Islam," kata Bisri.Menurut Bisri, hal itu dilakukan agar kondusi di IPDN kondusif. Sebab, sambung Bisri, kabar kematian Cliff ini sempat membuat suasana di kampus IPDN bergejolak."Tadi malam sempat terjadi gejolak di kalangan praja karena beredar berbagai versi soal kematian Cliff. Ada yang bilang sakit dan lain-lain," ujar Bisri.Bisri juga mengatakan, para praja, khususnya mereka yang ikut latihan drumband, mengaku kaget dengan kematian Cliff. Sebab dalam latihan tersebut, tidak kegiatan yang mengarah pada kekerasan fisik.Namun demikian, sambung Bisri, semua ini adalah temuan sementara. Jika memang kelak ada bukti terjadi pelanggaran dalam latihan drumband itu, IPDN akan mengambil tindakan tegas."Saat ini kami belum bisa bertindak apa-apa, masih menunggu otopsi. Kalau memang terjadi kesalahan, nanti akan kami audit," ujar Bisri.
(djo/sss)











































