Pedagang Pramuka Lega Tak Kucing-kucingan Lagi Jual Obat

Pedagang Pramuka Lega Tak Kucing-kucingan Lagi Jual Obat

- detikNews
Selasa, 03 Apr 2007 12:24 WIB
Jakarta - Diresmikannya 26 Apotek Rakyat di Pasar Pramuka melegakan 92 orang pemilik toko obat di pasar itu. Mereka kini tidak perlu kucing-kucingan lagi dengan aparat. Terpaan isu menjual obat palsu pun diyakini Buyung (46) tidak akan dirasakannya lagi."Kemarin sempat ada isu obat palsu. Sekarang kalau sudah begini kita lebih tenang. Masyarakat juga tidak perlu khawatir membeli obat di sini, bisa lebih tenang," kata pemilik Apotek Mutiara itu.Diakui Buyung, toko-toko obat di Pasar Pramuka yang sebagian besar telah berubah jadi Apotek Rakyat memang menjual obat lebih murah dibandingkan di tempat lain. Namun bukan berarti obat-obatan yang dijual palsu."Asli! Kita asal lebih dari modal, kita jual, tidak cari untung lebih. Contohnya, Neurobion, di luar dijual Rp 21.000, kita jual Rp 17.000," katanya saat ditemui di Pasar Pramuka, Jalan Pramuka, Jakarta, Selasa (3/4/2007).Contoh lain, Mional --obat untuk melemaskan otot-- yang di luaran dijual seharga Rp 70.000, di Pasar Pramuka hanya Rp 40.000. Pernyataan Buyung dibenarkan pemilik Apotek Sehat, Dicky (27). Rata-rata obat yang dijual di Pasar Pramuka lebih murah 20 persen dibanding yang dijual di apotek-apotek."Karena lebih murah suka disangka obat palsu. Tapi sekarang kita nggak takut lagi dagang obat. Dulu biasa dikejar-kejar aparat. Kalau sudah diurus izin apotek, sudah tenang," tuturnya. Diakui Dicky, sekarang dia bisa menjual obat yang dulu selalu dijualnya secara ngumpet-ngumpet. "Ini obat suntik antibiotik sekarang sudah boleh dijual, dulu masih ngumpet," cetus Dicky. (umi/nrl)


Berita Terkait