Diserang Marfan's Syndrom, Tinggi Badan Ajeng Terus Menjulang
Selasa, 03 Apr 2007 11:37 WIB
Jakarta - Perjuangan Wahyu Ajeng Suminar (22) yang menderita kelainan pada dinding aorta, pembuluh darah terbesar yang mendistribusikan ke seluruh tubuh, atau dikenal sebagai marfan's syndrom, tidak pernah pupus. Akibat penyakit itu, tinggi badannya terus menjulang hingga 180 cm dan kemungkinan akan terus bertambah. Selama 22 tahun, perempuan asal Jojoran Baru No. 138 Surabaya yang juga memiliki kelainan jantung bawaan ini mengetahui dirinya mempuyai kelainan sejak berusia 5 tahun. Putri bungsu dari enam bersaudara tersebut sudah divonis oleh dokter jika umurnya tidak panjang. Hal itu dikarenakan kelainan jantung bawaan karena faktor genetik. Penyakit tersebut sangat langka di dunia dan belum ada obatnya. Pertumbuhan tulangnya yang menjulur begitu cepat, otomatis menarik otot dan saraf organ lain. Di antaranya jantung maupun mata. Hal itu membuat syaraf matanya putus seiring dengan pertumbuhan tulang dan tidak mampu melihat lagi, sedangkan jantungnya tidak mampu bergerak seperti biasa. "Jika capek sedikit, nafasnya langsung tersengal-sengal dan sesak. Saat itulah rasa sakit terasa sekali," kata ibunda Wahyu Ajeng, Ny Wahyuni, pada detikcom ketika menunggu ruang ICU RSAL Dr Ramelan, Bendul Merisi, Surabaya, Selasa (3/4/2007). Kondisi Ajeng, kata Ny Wahyuni, semakin lemah dan tinggi badannya terus bertambah sehingga ia tidak boleh terlalu banyak beraktivitas. Jika terlalu kecapaian ia seperti orang sakaw, nafasnya tersengal-sengal. Persendiannya seperti luruh sementara nafasnya sesak dan lehernya seperti tercekik. Tidak hanya itu, tubuhnya pun diserang oleh penyakit tersebut hingga tidak mampu membentuk lemak. Sejak Januari tahun 2006 lalu, Ajeng hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur. Boneka dan radio jadi teman setia di sampingnya. Sesekali ia terlihat memegang lehernya seperti orang yang berusaha melepas cekikan. Hingga kini, Ajeng masih mendapat perawatan di ICU RS Dr Ramelan Surabaya. Tim medis masih melakukan perawatan intensif. Selama ini, Ajeng hanya dirawat di rumah dengan alasan faktor ekonomi. Untuk makan sehari-hari, Ajeng yang tinggal bersama ibu dan seorang saudaranya ini kadangkala dibantu oleh warga. Bahkan karena kondisi yang memprihatinkan itu, simpati pun mengalir. Antara lain dari artis ibukota Shahnaz Haque, Syaharani, Slank hingga Aa Gym. "Aa Gym yang sedang umroh juga sempat menelepon. Beliau minta kita semua tetap bersabar," kata Ny Wahyuni. Ajeng usai bertemu para artis tersebut seolah lupa akan sakit yang dideritanya. "Semangatnya kembali kuat," tambah ibunya.
(gik/nrl)











































