Karyawan Yamaha Keluhkan Minimnya Tunjangan
Selasa, 03 Apr 2007 11:30 WIB
Jakarta - Demo yang dilakukan sekitar 800 karyawan kontrak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing hingga pukul 11.20 WIB, Selasa (3/4/2007) masih berlanjut. Karyawan meminta sistem kontrak dihapus. Mereka juga mengeluhkan minimnya tunjangan.Karyawan yang semula terkonsentrasi di depan pintu masuk lokasi pabrik di Jalan Raya Bekasi Km 32, Pulo Gadung, Jakarta Timur, kini menyebar ke berbagai tempat, seperti lapangan parkir, depan pintu masuk dan di bawah pohon-pohon yang berdiri di depan pabrik.Mereka sedang menunggu kuasa hukum dari pekerja untuk menemui pihak manajemen perusahaan.Tuntutan mereka adalah pengangkatan karyawan yang masih kontrak, baik kontrak setahun ataupun yang masuk tahun kedua.Koordinator aksi, Andi Siswandi, mengaku tidak ingin dibodohi manajemen perusahaan lagi. "Kita tidak mau ketemu dengan manajemen tanpa didampingi pengacara. Ini orangnya masih on the way," ujar Andi di sela aksi demo.Menurut Andi, akibat sistem kontrak, banyak tunjangan karyawan yang tidak terpenuhi, seperti tunjangan kesehatan dan bonus lembur.Selain itu, perputaran mutasi juga tidak menggunakan kriteria jelas seperti karyawan tetap. "Uang obat saja kami susah ngambilnya, banyak karyawan shift-nya tidak jelas. Kadang-kadang bisa mendadak tidak sesuai jadwal," ujar dia.Akibat merencanakan aksi demo ini, beberapa karyawan mengaku sudah diintimadasi agar tidak melanjutkan aksinya."Teman-teman banyak yang disuruh menandatangi kontrak yang intinya akan dihadapkan pada general manager jika terus ngotot, juga diancam akan dimutasi," beber Andi.Dalam aksi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB itu, karyawan kontrak ini juga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan mereka, antara lain "Hapus sistem kontrak, berikan hak-hak kami".
(umi/sss)











































