Sopir Keluhkan Rencana Pemindahan Terminal Pluit Dalam
Senin, 02 Apr 2007 18:01 WIB
Jakarta - Puluhan sopir terminal bayangan Pluit yang terletak di Jl Pluit Dalam III, Jakarta Utara, mengeluhkan rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan menggeser lokasi terminal. Lokasi yang dipilih Pemprov DKI Jakarta adalah mengembalikan ke lokasi yang telah disediakan yakni di Muara Angke, Jakarta Utara."Di sana jauh dari penumpang. Takutnya sepi. Kalau di sini, ramai karena dekat dengan pemukiman dan keramaian," ujar Robi (30), sopir P.O Sinar Jaya, di terminal tersebut, Senin, (2/4/2007).Namun, Robi menyadari bahwa lokasi terminal yang ia singgahi memang melanggar peruntukan wilayah. Di terminal untuk bus antar kota antar provinsi itu, hanya berupa lapangan kecil yang diperuntukan untuk lahan hijau. Untuk melancarkan aktifitasnya, ia mengaku menyuap petugas tramtibRp 20.000 per harinya."Saya tahu Mas di sini tidak boleh (untuk mangkal). Habis di sana (Muara Angke) sepi. Jadilah kucing-kucingan dengan petugas. Harus setor (duit) juga," sela Robi sambil tangannya memberi kode dengan menjentikan ibu jari dan telunjuk penanda "uang damai".Tak hanya sopir yang akan dirugikan. Para penumpang juga mengeluhkan hal serupa. Sarman (47), misalnya. Pria yang tinggal di Jl Mawar Melati RT2/7 Penjaringan menuturkan, dirinya harus menambah ongkos perjalanan untuk mencapai terminal Muara Angke jika benar-benar dialihkan."Rumah saya tak jauh dari terminal. Saya di Jakarta sejak 1976 dan mulai 1984, terminal bayangan ini sudah ada. Jadi ya susah kalau harus ke Muara Angke terlebih dahulu," keluh Sarman, perantau asal Wonogiri yang akan mudik ke kampung halamannya untuk acara keluarga.Menurut rencana, terminal bayangan Pluit Dalam akan ditertibkan. Bus antar kota-antar propinsi diminta untuk pindah ke terminal Muara Angke. Paling tidak terdapat 20 perusahaan otobus dengan jumlah awak bus mencapai tidak kurang dari 1000 orang yang menggantungkan hidup dari trayek terminal bayangan ini. Mereka tergabung dalam beberapa perusahaan jasa angkutan bus seperti P.O Dewi Sri, P.O Sinar Jaya, P.O Sindoro, P.O Handoyo dan P.O Sindoro.
(Ari/nrl)










































