Brankas PT Adaya Diobrak-abrik

Dugaan Korupsi Widjanarko

Brankas PT Adaya Diobrak-abrik

- detikNews
Senin, 02 Apr 2007 17:35 WIB
Jakarta - Penyidik Kejagung sempat 'mengobrak-abrik' brankas PT Adaya Multikreasi Persada, perusahaan milik adik kandung mantan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo. Belum diketahui, apakah isi brankas disita atau tidak."Ini hanya penyitaan biasa saja, melanjutkan yang kemarin," kata pengacara PT Adaya, Durapati Sinulingga di depan kantor PT Adaya, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2007).Apa pakai buka brankas segala? "Ya benar, mereka buka brankas," tegas Durapadi. Sayang dia tidak menyebutkan apa isi brankas tersebut, apakah uang atau dokumen.Sedangkan ketua tim penyidik dugaan korupsi Widjanarko, Sugiyanto, mengatakan, penyitaan dokumen terkait aliran dana ilegal pengadaan sejumlah komoditi oleh Bulog."Ini kan lanjutan kemarin, kemarin kan masih kita titipkan. Sekarang sudah kita pilah-pilah. Karena kemarin kan kaitannya dengan sapi, sementara sekarang sudah berkembang ke yang lain," beber dia.Namun Sugiyanto menolak membeberkan isi dokumen yang diisi timnya. Yang pasti, dokumen yang disita akan dijadikan barang bukti di persidangan."Ada berapa banyak, saya nggak bisa bilang. Pokoknya ada kaitanlah dengan saudara WP (Widjanarko Puspoyo)," katanya.Penyitaan dokumen di PT Adaya merupakan yang terakhir. Namun KPK masih akan menuntaskan penyitaan dokumen di tempat lain, seperti Perum Bulog dan rumah pribadi Widjanarko.Mana dokumen yang lebih penting di antara tiga tempat yang dibidik Kejagung, Sugiyanto menolak membeberkannya."Nggak ada yang bisa dibilang paling penting, semua penting. Tentu nanti kita kaitkan dengan saksi-saksi yang kita periksa. Jadi masih kita evaluasi dari hasil yang ditemukan," katanya.Yang pasti, penyidik masih akan melanjutkan memeriksa dokumen di Perum Bulog dan rumah pribadi Widjanarko di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan."Masih ada anggota yang ke sana, bukan hanya tim ini saja. Jadi saya mau koordinasi dulu," pungkasnya.Tim penyidik Kejagung mendatangi PT Adaya sekitar pukul 09.45 WIB. Penyitaan dokumen berakhir pukul 17.00 WIB. Usai menyita dokumen, para penyidik keluar lewat pintu di lantai dasar. Sugiyanto ditemani 4 anak buahnya yang semuanya membawa tumpukan dokumen. (umi/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads