DPRD Jatim Tuding Timnas Gagal Emban Perintah Presiden

DPRD Jatim Tuding Timnas Gagal Emban Perintah Presiden

- detikNews
Senin, 02 Apr 2007 17:06 WIB
Surabaya - Lumpuhnya Jalan Raya Porong dan rel kereta api akibat dibanjiri lumpur sebagai bukti kegagalan Timnas Penanggulangan Lumpur dalam mengemban perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Sebab latar belakang pembentukan Timnas yang utama adalah mengurangi volume lumpur dengan mengalirkannya ke Kali Porong dan ke laut serta mengamankan infrastruktur dan tidak menambah luasan area terdampak dan menangani dampak sosialnya."Timnas sudah gagal melaksanakan perintah presiden. Buktinya rel dan jalan raya tenggelam juga dan bisa-bisa daerah yang akan tenggelam bisa bertambah luas lagi," tegas Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid kepada detikcom, Senin (2/4/2007).Kondisi yang membahayakan ini, kata Fathorrajid tidak bisa dibiarkan. "Status Porong harusanya sudah siaga satu. Sangat bahaya kalau tidak ada penanganan yang serius. Jangan hanya tanggul-tanggul saja," tandasnya.Jalan raya Porong dan rel kereta api ini, kata Fathorrasjid, adalah zona yang harus diamankan dari lumpur. "Tapi ternyata bobol juga. Seharusnya Timnas memperhatikan itu. Bagaimana supaya jalur vital ini aman. Bukan setelah tenggelam baru dibangun tanggul," ujar FathorrasjidFathorrasjid menilai jika saja lumpur sudah berhasil dikurangi, dampaknya tidak akan membahayakan seperti sekarang ini. "Seharusnya Timnas membangun kanal untuk mengalirkan lumpur ke laut. Jangan hanya berkutat pada tanggul saja tapi harus beriringan. Apalagi spillway juga gagal," jelas politisi PKB Muktamar Surabaya ini.Sebenarnya untuk pembuatan kanal ke laut, DPRD kata Fathorrasjid, sudah menyetujui dana talangan dari APBD Jawa Timur. "Kuncinya memang di kanal itu. Kita sudah menyetujui keinginan Pemprov Jatim yang mengusulkan itu," terangnya. (gik/mar)


Berita Terkait