Australia Berkepentingan Ungkap Kecelakaan Garuda
Senin, 02 Apr 2007 13:40 WIB
Jakarta - Pemberitaan cekcok pilot dan kopilot Garuda 200 di TV Australia diyakini bukan untuk membentuk opini warganya. Tapi semata-mata, karena Australia juga berkepentingan mengungkap penyebab kecelakaan itu."Wah itu perlu dipertanyakan," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi menjawab pertanyaan apakah pemberitaan soal cekcok itu untuk membangun opini dari pihak Australia.Sebab dalam kecelakaan Garuda, kata Tatang, di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (2/4/2007), ada berbagai negara yang terlibat. Pertama, state of registry, di mana pesawat didaftarkan. Dalam hal ini Indonesia.Kedua, state of occurance, tempat kejadian. Ketiga, state design dan state of manufacture. Dalam hal ini AS. Dan, terakhir, state of victim. Dalam hal ini Australia. "Jadi mereka boleh ikut menginvestigasi," kata Tatang.Namun sifat investigasi itu harus dipandang dari sisi di mana masyarakat itu berada. Dia melihat ada banyak kepentingan bagi negara yang berkaitan terhadap accident untuk diteliti."Mungkin di sini pasti ada kepentingan Australia. Pasti warga negaranya akan menunggu-nunggu. Apalagi mereka sudah tahu voice cockpit recorder dibuka di Australia," kata Tatang.Hal itu, imbuh dia, juga terkait sejauh mana perlindungan negara terhadap warga negaranya yang jadi korban. Dalam kecelakaan Garuda di Yogyakarta pada 7 Maret 2007 lalu, 5 warga Australia, ikut tewas. Di antaranya jubir Kedubes Australia, Elizabeth O'Neil.
(umi/nrl)











































