2 Jam untuk Antre Cek Benda Cair di AS & Kanada

2 Jam untuk Antre Cek Benda Cair di AS & Kanada

- detikNews
Senin, 02 Apr 2007 12:55 WIB
Jakarta - Calon penumpang penerbangan internasional di Bandara Cengkareng masih lebih beruntung dibandingkan penumpang di bandara di luar negeri. Benda cair yang boleh dibawa ke kabin 1.000 cc alias 1 liter. Sedangkan di AS dan Kanada, hanya 100 cc!Berikut kisah Ahmad K pada detikcom, Senin (2/4/2007):Menyambung berita tentang pembatasan benda cair yang diperbolehkan dibawa ke kabin pesawat, saya mengalaminya sendiri pada saat peraturan keamanan ini baru saja diterapkan di Amerika dan Kanada (Amerika Utara) setelah peristiwa kejadian bandara Heathrow di London yang diduga akan diserang oleh teroris dengan cairan bom sehingga menyebabkan chaos di bulan Agustus 2006 lalu. Pada saat saya bepergian ke AS dan Kanada di bulan Oktober 2006, sistem security airport yang baru di seluruh Amerika Utara mulai diterapkan dengan penggeledahan dan pembatasan benda cair, apa pun wujudnya, yang akan dibawa ke pesawat baik di kabin maupun di bagasi. Yang terjadi adalah koridor menuju pemeriksaan diubah sedemikian rupa sehingga calon penumpang seperti berada di dalam 'labirin' menuju pemeriksaan x-ray. Terjadi antrean yang amat panjang dan mengular dan beberapa penumpang sudah sangat resah sehubungan jadwal penerbangan yang sudah mepet. Dalam hal ini, pihak keamanan tidak ambil peduli. Seluruh isi bagasi/luggage/kopor dan tas jinjing harus dibuka. Bahkan cairan yang melebihi 100 cc harus diserahkan. Ada parfum, ada shampo, ada pasta gigi, air minum, cairan kumur dll, semuanya yang lebih 100 cc harus ditinggalkan atau dibuang di tempat sampah yang telah disediakan. Hanya ada dispensasi pada obat-obatan yang ada resepnya atau susu dan makanan bayi. Susu bayi pun juga dibatasi hanya 250 cc saja. Tidak hanya itu, bagi orang-orang yang bertampang Asia atau apalagi Timur Tengah, wah...lebih menyiksa lagi pemeriksaannya. Sepatu, ikat pinggang, jam tangan, HP, kaos kaki, jaket, dan tas jinjing harus dibuka dan dimasukkan ke kotak x-ray. Laptop dan kamera harus ditest dan dihidupkan. Pokoknya amat ketat tanpa terlewat satu inci dan barang sedikit pun untuk diperiksa. Saat itu saya hanya membawa satu cabin suitcase dan satu ransel lapto. Terpaksa deh, semua isi keperluan mandi saya harus direlakan dibuang, kecuali sikat gigi. Waktu yang diperlukan untuk pemeriksaan adalah kurang lebih 5 - 10 menit per orang atau per bagasi. Bayangkan bila antrean itu ada ratusan orang sementara koridornya cuma satu berapa lama dibutuhkan untuk lepas dari pemeriksaan menuju counter check in. Saya memerlukan waktu hampir dua jam untuk mengantre pemeriksaan saja. Ini di bandara International San Fransisco dan Vancouver. Jadi kalau sekarang di bandara Soekarno Hatta dibatasi maksimal 1.000 cc (1 liter) itu masih lumayan... lha di AS dan Kanada malah 100 cc. Jadi bagi calon penumpang, sebaiknya tidak perlu bawa benda-benda cair yang bervolume banyak, agar antrean bisa tertib lancar serta cepat. Atau tidak perlu bawa sama sekali benda cair sehingga lebih cepat. Ada kesan memang, ini adalah bentuk paranoid yang mengekor AS tapi juga ada kesan bahwa pemerintah sedang berpesan bahwa teroris itu masih gentanyangan dengan membawa cairan bom, apa itu jenisnya saya tidak tahu. Waktu iseng-iseng saya tanya kenapa air minum (fresh water) juga disita, jawab petugasnya bahwa air bisa jadi bom hidrogen. Begitu ketakutannya pada air. Jadi lebih baik kita selamat wong nggak ada teroris dan bom hidrogen pun pesawat kita juga pada rontok sendiri. (nrl/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads