Menhub: Tidak Betul Pilot dan Kopilot GA 200 Cekcok
Senin, 02 Apr 2007 12:38 WIB
Jakarta - Pilot dan kopilot pesawat Garuda GA 200 cekcok sebelum pesawat tersebut terbakar. Demikian sebagian bocoran dari kotak hitam pesawat naas itu. Namun hal itu disangkal Menhub Hatta Rajasa."Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan pada saya bahwa berita yang mengatakan ada perdebatan antara pilot dan kopilot yang terekam dalam black box itu tidak betul. Di dalam black box tidak ada pembicaraan itu," ujar Hatta.Hal itu disampaikan pria berambut keperakan itu sebelum rapat kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (2/4/2007).Disampaikan dia, KNKT belum menyelesaikan laporan terkait analisa kotak hitam pesawat celaka itu.Informasi itu kan datangnya dari wartawan Australia? "Kata Ketua KNKT, itu tidak betul. Di dalam black box tidak ada itu. Black box itu fakta," imbuh Hatta.Menurut dia, penelusuran kasus tersebut dan analisa kotak hitam diperkirakan selesai dalam 2 hingga 3 minggu.Sebelumnya diberitakan, Ketua KNKT Tatang Kurniadi kepada televisi Australia Sunday, Nine Network pada 1 April mengatakan kopilot GA 200 mengingatkan agar pesawat tidak langsung mendarat dan sebaiknya berputar-putar dulu, sebab kecepatannya masih tinggi. Namun pendapat kopilot ini tidak digubris pilot.Adu argumentasi soal speed dan flap itu dimungkinkan membuat mereka tidak konsentrasi. Akibatnya, terjadi kecelakaan pesawat Garuda GA 200 rute Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, yang menewaskan 22 orang pada 7 Maret 2007.Direktur Operasional Garuda Kapten Ari Sapari mengatakan pasangan pilot Kapten Pilot M Marwoto Komar dan kopilot GA 200 Gagam Saman Rahman adalah pasangan baru. Namun hal itu bukan persoalan yang mengganggu. Sebab dari hasil evaluasi selama ini, pasangan baru atau lama di Garuda selalu melakukan komunikasi selama penerbangan.
(nvt/sss)











































