Krisis Penahanan 15 Pelaut
Iran & Inggris Saling Ngotot
Senin, 02 Apr 2007 09:47 WIB
Teheran - Perseteruan Iran dan Inggris menyangkut penahanan 15 pelaut Inggris belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kedua negara ngotot dengan sikapnya masing-masing. Pemerintah Iran masih menunggu "perubahan sikap" dari Inggris atas krisis ini. "Iran tengah menunggu perubahan sikap Inggris dan keseimbangan sikap negara itu atas permintaan legal kami," ujar Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki.Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bahkan menuduh Inggris tidak mengikuti cara legal ataupun logis dalam permasalahan ini.Iran telah meminta pemerintah Inggris untuk mengakui bahwa ke-15 warga mereka telah masuk ke wilayah perairan Iran secara ilegal. Namun menurut pemerintah Inggris, warga mereka itu ditahan di perairan Irak.Pejabat-pejabat Inggris menekankan, mereka tidak akan mengakui kesalahan ada di pihak mereka. Namun Inggris siap memberi jaminan kepada Iran bahwa mereka tidak akan pernah masuk ke wilayah perairan mereka tanpa izin."Kami tidak sedang minta maaf ataupun mengatakan bahwa kami telah memasuki perairan mereka. Namun jaminan itu bisa menjadi jalan keluar krisis ini," kata seorang pejabat Inggris seperti diberitakan harian Inggris, Telegraph, Senin (2/4/2007).Krisis ini tak luput dari perhatian sekutu dekat Inggris, Amerika Serikat (AS). Presiden AS George W Bush mengaku yakin pada kebenaran pernyataan pemerintah Inggris bahwa warga mereka tidak melanggar batas wilayah Iran. Bush bahkan mencetuskan, penahanan personel Inggris itu tidak bisa dimaafkan. Bush juga menyerukan Iran untuk segera membebaskan mereka.
(ita/nrl)











































