Aktivis Greenpeace Terlentang Hadang Indonuclear di Sultan
Senin, 02 Apr 2007 09:39 WIB
Jakarta - Konferensi internasional Indonuclear 2007 digelar di Jakarta. Acara tersebut dihadang aktivis lingkungan dari Greenpeace. Mereka tidur terlentang untuk menghalangi peserta yang hadir.Delapan aktivis tidur terlentang berjajar di jalanan menuju pintu masuk Golden Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2007). Dua aktivis lainnya yang memakai masker membentangkan spanduk besar bertuliskan "Energi Nuklir = Energi Berbahaya".Penghadangan ini dilakukan sejak pukul 08.30 WIB. Dan rencananya, aksi akan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB.Meski pintu masuk dihalangi, para peserta konferensi tetap masuk ke ruangan tersebut. Para peserta antara lain berasal dari AS, Perancis, India, dan Jepang.Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Nur Hidayati, mengatakan aksi ini sebagai bentuk protes atas konferensi tersebut. "Karena yang ingin dibicarakan di dalam itu misleading. Rencanaya Indonesia akan membangun PLTN, tapi tidak membicarakan efek-efek yang akan ditimbulkan nantinya," kata perempuan itu kepada detikcom.Dia menambahkan, Greenpeace ingin menunjukkan ada hal lain yang tidak disampaikan secara fair, seperti limbah nuklir yang sampai saat ini belum ada cara untuk mengolahnya."Kita tidak ingin ada PLTN. Sumber energi untuk Indonesia banyak dan berlimpah. Seperti panas bumi, kita punya 40 persen dari cadangan dunia. Itu potensial 27 ribu MW, lalu juga ada matahari dan angin," imbuh Nur Hidayati.
(nvt/nrl)











































