BBM Boros, Polri Harus Diaudit Investigasi
Senin, 02 Apr 2007 09:30 WIB
Jakarta - Audit BPK menyebutkan anggaran Polri untuk BBM, boros. Selaku mitra kerja, Wakil Ketua Komisi III Al Muzammil Yusuf pun meminta Polri melakukan perbaikan ke dalam."Harus ada perbaikan manajemen dan kalau perlu audit investigasi," kata Muzammil saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Senin (2/4/2007).Politisi PKS ini menyatakan, data BPK itu harus ditindaklanjuti dan diteliti. Laporan ini pun hendaknya jangan didiamkan saja. "Di-follow up, diperiksa hasil auditnya. Kalau ada kesalahan administrasi manajemennya diperbaiki, kalau ada pelanggaran pidana diserahkan ke kejaksaan," imbuh Muzammil.Dalam audit BPK disebutkan pemborosan terjadi karena adanya penjualan BBM ke pihak ketiga. Karena itu Muzammil menyatakan perlu juga adanya pemeriksaan terkait itu."Alasannya apa? Perlu diperiksa. Apa ada persoalan dengan sistem pengiriman?" tanyanya.Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penggunaan BBM di lingkungan Polri selama tahun 2004-2005 tidak hemat alias boros. Akibatnya Polri harus menderita kerugian hingga mencapai Rp 3,72 miliar.
(ndr/nrl)











































