Alvin: Pembatasan Benda Cair Bukti Pemerintah Terlalu Parno

Alvin: Pembatasan Benda Cair Bukti Pemerintah Terlalu Parno

- detikNews
Senin, 02 Apr 2007 07:53 WIB
Jakarta - Pembatasan benda cair bagi calon penumpang pesawat menuai kritik. Bukan hanya karena kurang sosialisasi, tapi kebijakan ini pun dianggap sebagai bentuk ketakutan pemerintah yang berlebihan."Pemerintah terlalu paranoid. Kebijakan ini mengikuti Inggris dan Amerika, buntut dari ikut resolusi DK PBB kemarin," kata Ketua Kaukus Penerbangan DPR Alvin Lie saat dihubungi detikcom, Senin (2/4/2007).Politisi PAN ini menuturkan seharusnya kebijakan ini tidak serta merta diterapkan tapi didahului terlebih dahulu dengan sosialisasi oleh airlines kepada para penumpang. "Infrastrukturnya juga harus diperbaiki dong. Jangan bikin kaget dan bertanya-tanya," imbuh Alvin.Alvin juga menyayangkan pelarangan segala macam cairan yang dibawa tanpa terkecuali. "Masa air mineral ikut dilarang, ini tentu akan membawa dampak pada toko di sekitar, " tegas Alvin. Pembatasan benda cair mengandung bahan kimia merupakan peraturan yang dikeluarkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) setelah melakukan pertemuan di Bali beberapa waktu lalu. Indonesia menerapkannya mulai 31 Maret 2007 pukul 00.00 WIB berdasar SK Dirjen Perhubungan Udara No 043/2007.Benda cair yang diperbolehkan dibawa ke kabin hanyalah satu liter. Lebih dari itu harus dibuang atau harus masuk bagasi. Namun dalam pelaksanaannya, tidak hanya benda cair yang mengandung zat kimia yang dilarang. Air minum mineral yang menurut peraturan diizinkan dibawa ke kabin, juga mesti ditinggal.Suara Anda:Anda punya pengalaman tentang pembatasan benda cair ini? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com. (ndr/nrl)


Berita Terkait