Penumpang di Bandara Cengkareng Antre, Air Mineral Harus Ditinggal
Senin, 02 Apr 2007 07:03 WIB
Jakarta -
Kebijakan pembatasan benda cair benar-benar membuat calon penumpang pesawat terbang ekstrasabar. Mereka harus rela antre lebih lama karena adanya pemeriksaan benda cair. Mereka berjejer memanjang hingga puluhan meter."Ya diperiksa satu-satu, antrean jadi lebih panjang. Minimal 2-3 menit diperiksa, yang ada cairan dikeluarkan," kata Andri (40) yang hendak menuju Singapura pada detikcom, Senin (2/3/2007) pukul 06.30 WIB.Tak cuma calon penumpang yang repot, petugas pemeriksa pun mempunyai kerja tambahan, mereka mesti menjelaskan kebijakan ini kepada para penumpang karena banyak penumpang yang belum mengetahui pembatasan membawa benda cair maksimal 1 liter di kabin. Kebijakan ini berlaku 31 Maret 2007 dengan tujuan untuk keselamatan."Bikin kaget, banyak yang belum tahu. Tapi ya pasrah saja," imbuh Andri.Andri menuturkan, dalam pemeriksaan di security check pertama, sempat diberi tahu bahwa yang memiliki cairan lebih dari 1 liter diminta mengeluarkannya dan ditaruh di dalam plastik hitam."Katanya tidak boleh dibawa ke kabin, tapi ditaruh di bagasi," imbuh Andri. "Tapi di pemeriksaan yang kedua cairan yang disimpan di plastik diminta ditinggal, termasuk air mineral dan minuman kaleng," tambah Andri.Tak ayal kebijakan ini sempat membuat penumpang ngedumel dan bertanya-tanya. "Di Singapura saja tidak ada kebijakan ini," sesal Andri.
(ndr/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































