Jarkot Protes Kenaikan Pertamax di Depan Istana

Jarkot Protes Kenaikan Pertamax di Depan Istana

- detikNews
Minggu, 01 Apr 2007 14:18 WIB
Jakarta - Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax per 1 April 2007, mengundang reaksi dari sejumlah elemen masyarakat. SBY-JK harus mundur karena telah menaikkan BBM untuk kesekian kali selama memimpin Indonesia.Penolakan ini disuarakan sekitar 20 orang yang tergabung dalam Jaringan Kota (Jarkot) di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (1/4/2007). Jarkot ini terdiri atas sejumlah elemen seperti Front Nasional dan Sekolah Teologi Jakarta. Saat memulai aksi pukul 13.15 WIB, mereka sempat mencoba untuk menerobos pintu pagar Istana Merdeka. Namun aksi mereka ini hanya gertak sambal kepada sekitar 10 aparat kepolisian dari Polres Jakarta Pusat. Akhirnya mereka menggelar aksinya tepat di depan Taman Silang Monas.Dalam aksinya ini mereka sempat membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan mereka, yakni "Tolak Kenaikan BBM" dan "Turunkan SBY-JK". Demo ini pun lebih banyak diwarnai dengan nyanyian dan orasi dari masing-masing elemen yang ikut aksi."Meski yang naik adalah Pertamax, namun kenaikan ini juga akan mengakibatkan kenaikan harga lainnya," ujar koorlap aksi Riky.Terhitung mulai 1 April 2007, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan bahan bakar khusus (BBK) berjenis Pertamax. Kenaikannya bervariasi dan maksimal mencapai Rp 950.Untuk Pertamax plus: Batam Rp 6.000, UPms I Rp 6.700, UPms III Rp 5.850, UPms IV dan V Rp 6.100, UPms VI Rp 6.300.Harga Pertamax: UPms I Rp 6.600, UPms II Rp 6.350, UPms III Rp 5.600, UPms IV dan V RP 5.950, Bali Rp 6.250, UPms VI Rp 6.200, UPms VII Rp 6.450.Harga Pertamina DEX: UPms III Rp 5.900, UPms V Rp 5.900.Harga Biopertamax menjadi Rp 5.600, dari sebelumnya Rp 4.900.Pertamina akan meninjau kembali harga BBK, dengan disesuaikan perkembangan harga minyak internasional. (ary/nrl)


Berita Terkait