Gus Dur: Pemimpin Tak Jujur Picu Ketidakpercayaan Rakyat

Gus Dur: Pemimpin Tak Jujur Picu Ketidakpercayaan Rakyat

- detikNews
Minggu, 01 Apr 2007 13:15 WIB
Surabaya - Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menilai carut mawutnya bangsa ini dipicu adanya keterputusan komunikasi antara elit dengan rakyatnya. "Negara Indonesia saat ini sedang dilanda krisis kepercayaan. Para pemimpin tidak pernah bicara jujur kepada rakyatnya, bahasanya semu. Itulah mengapa saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan. Pejabat ngomong ae rakyatnya gak percaya. Kan repot," kata Gus Dur saat menghadiri "Ngaji Bareng Gus Dur - Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masura)" di Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya, Minggu (1/4/2007). Untuk itu, di hadapan ribuan santri dan kiai kampung, Gus Dur mengingatkan kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk bisa menjaga hubungan antara rakyat dan pemerintah. "Krisis kepercayaan ini membuat negara ini tidak jalan. Ternyata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memahami hal ini. Dan dia sudah titip orang. Orangnya ada di sini, Saudara Muhaimin Iskandar," tegas Gus Dur. Munculnya kecaman kepada Presiden SBY atas dukungan Indonesia terhada resolusi DK PBB atas Iran, dinilai Gus Dur, sebagai bentuk ketidakpuasan rakyat atas kebijakan pemerintah. "Saya minta pemerintah kalau mengambil sikap politik maka hendaknya dengan pertimbangan asli bukan dengan emosional. Kalau saya sih soal resolusi Iran tenang-tenang saja," pinta Gus Dur. Untuk tugas Muhaimin, kata Gus Dur, bagaimana memberikan penjelasan kepada rakyat. Bukan menambah suasana menjadi panas. "Tugas Muhaimin sekarang njogo, Kalau presiden ngomongnya keliru ya Muhaimin harus pinter," kata Gus Dur mengingatkan. Gus Dur juga menyingung wacana presiden yang harus mengantongi ijasah sarjana. "Yang dibutuhkan pemimpin itu bukan ijasah, tapi kejujurannya. Saya tidak setuju jika harus sarjana-sarjanan," tandas Gus Dur. (gik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait