Ba'asyir Cs Siap Gugat SBY karena Setujui Resolusi Iran
Sabtu, 31 Mar 2007 16:56 WIB
Jakarta - Tindakan pemerintah menyetujui resolusi PBB terhadap Iran soal sanksi nuklir dikecam Abu Bakar Ba'asyir. Gugatan class action pun sedang disiapkan melawan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Itulah niat Amir Majelis Mujahidin Indonesia ini yang disampaikan usai berceramah dalam peringatan Milad Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar di Masjid Al Azhar, Kebayoran baru, Jakarta, Sabtu (31/3/2007)."Mudah-mudahan ulama Indonesia segera bangkit untuk memperbaiki kesalahlangkahan ini. Kita sedang proses pengajuan class action," kata Ba'asyir.Pernyataan Ba'asyir ditambahkan anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan. Menurut Michdan, langkah class action diharapkan akan diikuti, bukan hanya oleh ulama-ulama, tapi juga anggota DPR."Kita akan menyaring, baik dari DPR, anggota majelis ulama, sampai pimpinan-pimpinan ormas Islam," kata Michdan.Menurut Ba'asyir, langkah menyetujui resolusi tentang nuklir Iran itu membuktikan pemerintah telah menjadi kaki tangan Amerika Serikat."Saya menduga keras, pemerintah ini telah menjadi kaki tangan Amerika Serikat, baik dia merasa atau tidak merasa," cetus Ba'asyir.Bukti telah menjadi kaki tangan kepentingan negara yang dipimpin George W Bush itu adalah pemerintah telah melanggar UU yang dibikin sendiri. Juga melanggar komitmen sebagai anggota Gerakan Non-Blok untuk tidak memihak."Mereka (pemerintah) telah melanggar UU mereka sendiri. Apalagi Indonesia adalah anggota gerakan nonblok, seharusnya tidak boleh memihak," tandas pimpinan pondok pesantren Ngruki, Solo ini.
(aba/sss)











































