Pengungsi Lapindo Tuding Satlak Sembunyikan Bantuan
Sabtu, 31 Mar 2007 16:00 WIB
Sidoarjo -
Ratusan warga korban lumpur Lapindo mendatangi posko satuan pelaksana (satlak) yang ada di penampungan Pasar Baru Porong. Mereka menuduh satlak menyalahgunakan bantuan dari masyarakat untuk korban lumpur.Di dua gudang berukuran 4x6 meter milik satlak yang ada di Pasar Baru Porong, saat ini terdapat sembako, kasur, dan selimut yang belum dibagikan ke warga.Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan, kedatangan ratusan warga ke gudang milik satlak karena warga curiga bantuan yang diberikan oleh masyarakat sengaja ditimmbun oleh satlak."Kita curiga karena barang bantuan begitu banyak belum dibagikan, makanya kita datangi tempat itu apakah barang tersebut masih ada atau tidak," ujar warga yang menolak disebutkan namanya itu kepada wartawan, di Pasar Baru Porong, Sidorjo, Sabtu (31/3/2007).Setelah warga memaksa rolling door dibuka, petugas mempersilakan warga masuk untuk melihat barang yang masih ada di gudang. Warga protes kenapa barang tersebut tidak segera diserahkan ke para pengungsi. Kemudian warga mendatangi salah seorang pertugas satlak dan meminta agar barang tersebut segera dibagikan.Namun pertugas satlak yang bernama Bino Mariano menolaknya. Dengan tegas, dia mengatakan, barang tersebut tetap akan dibagikan ke warga tetapi setelah ada data terakhir."Kita tidak menimbun barang tersebut karena selama ini barang itu sudah kita serahkan melalui perwakilan warga masing-masing. Bahkan tiap satu minggu sekali kita selalu membagikan barang tersebut kepada warga. Mungkin, mereka yang mendatangi tempat satlak karena mereka belum menerima bantuan," beber Bino kepada ratusan warga.Untuk itu satlak penanggulangan lumpur baru akan membagikan seluruh bantuan dari masyarakat Minggu 1 April 2007 sore.Setelah diberi tahu, warga bubar dan kembali ke tempat penampungan masing-masing. Namun warga banyak yag tidak puas dengan penjelasan itu."Masak barang segitu banyak tidak disalurin, paling mau dikuasai sendiri," cetus salah seorang warga.
(nik/umi)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































