Liput Gerebeg Mulud, Kamerawan Metro TV Dipukul Satpol PP
Sabtu, 31 Mar 2007 14:56 WIB
Yogyakarta - Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kamerawan Metro TV, Wahyu, yang meliput acara Gerebeg Mulud Kraton Yogyakarta menjadi korban pemukulan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta.Akibat pemukulan tersebut, Wahyu mendapat luka memar di bagian muka dan bahu. Aksi pemukulan itu sempat direkam oleh wartawan televisi lainnya yang kebetulan berada di dekatnya.Michael Ariawan, jurnalis ANTV, yang juga saksi mata peristiwa itu kepada detikcom di Alun Alun Utara, Sabtu (31/3/2007) menuturkan, saat prajurit Kraton Yogyakarta akan keluar dari pagelaran kraton menuju Alun Alun Utara, pintu gerbang besi dibuka petugas. Saat itu di depan pintu gerbang terdapat petugas keamanan polisi, Satpol PP dan petugas keamanan yang berpakaian preman.Oleh karena saat akan mengambil gambar tertutup oleh mereka, beberapa kamerawan televisi swasta berinisiatif mendekat dengan mengambil gambar di antara celah bahu petugas keamanan yang berdiri."Saya, Wahyu Metro dan Teguh Trans serta ada beberapa media lainnya akan mengambil dari celah itu tapi tidak diperbolehkan, padahal pintu sudah dibuka," kata Michael.Saat itu, kata dia, ada seorang petugas dari Polsek Kraton berbuat tidak simpatik dengan dengan mendorong-dorong kamerawan sambil menendang Wahyu.Wahyu sempat mundur dan menghindar, tapi tiba-tiba dari samping petugas ada anggota Satpol PP Kota Yogyakarta yang berseragam lengkap bernama Tjundoko langsung memukul muka Wakyu berkali-kali."Wahyu tidak bisa menghindar dan berusaha melindungi diri dan kemeranya, tapi petugas Satpol PP itu terus mengejar," katanya.Menurut dia, saat terjadi pemukulan, beberapa kamerawan ada yang merekam kejadian itu, seperti Trans TV. "Hampir semua wartawan dan fotografer yang ada di tempat itu melihat kejadian tersebut," ujarnya."Kita punya rekaman aksi kekerasan dan tidak simpatik itu. Kita akan laporkan kasus ini ke walikota. Wahyu juga sudah melapor ke medianya di Jakarta," kata Michael didampingi beberapa wartawan lainnya.
(bgs/sss)











































