Ribuan Orang Heboh Rayahan Gunungan Kraton Yogyakarta
Sabtu, 31 Mar 2007 13:46 WIB
Yogyakarta -
Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya merayah 4 gunungan Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat pada acara Gerebeg Mulud, Sabtu (31/3/2007).Menariknya, sebelum doa selesai dibacakan oleh penghulu masjid, gunungan sudah habis dirayah. Meski petugas berkali-kali mengingatkan agar gunungan tidak dirayah sebelum doa usai.Ratusan petugas keamanan, baik polisi maupun warga Kauman, tidak bisa membendung arus massa yang terus mendesak dan sudah tak sabar lagi. Sempat ada warga yang jatuh pingsan akibat kepanasan, saling desak-desakan dan dorong-mendorong.Prosesi gunungan Gerebeg Mulud untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, Kraton Nyayogyakarto mengeluarkan 5 gunungan. Empat gunungan diperebutkan di halaman Masjid Besar Kauman dan 1 gunungan dibawa ke Puro Pakualaman untuk diperebutkan di halaman Puro Lapangan Sewandanan yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Alun-alun Utara. Saat 1 gunungan dibawa ke Puro Pakualaman dikawal pasukan gajah dan 2 bregada prajurit Puro Pakualaman, Lombok Abang dan Plangkir.Sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga menjelang kedatangan 4 gunungan itu, ribuan orang yang memenuhi halaman Masjid Besar Kauman seakan sudah tak sabar lagi. Berkali-kali petugas yang ada di sisi selatan dan utara pintu masuk masjid mengingatkan agar warga tertib.Pada awalnya, mereka duduk bergerombol menunggu dengan tertib. Petugas belum perlu membuat pagar betis rapat. Namun menjelang kedatangan gunungan, setelah terdengar tembakan salvo 3 kali, massa sudah tak sabar lagi. Barisan depan hingga belakang massa sudah berdiri semua, siap merayah. Pagar betis petugas keamanan nyaris tak mampu membendungnya.4 Gunungan, yakni Gunungan Lanang, Wadon, Darat dan Pawuhan tiba di halaman masjid dengan dikawal Bregada Prajurit Bugis dan Surokarso sekitar pukul 10.50 WIB. Keempatnya ditempatkan di kanan kiri pintu masuk masjid. Sedangkan utusan Kraton Ngayogyakarto memasuki serambi masjid menghadap Penghulu Masjid Besar Kauman KRT H Kamaludiningrat.Saat itu petugas mengingatkan lagi agar gunungan tidak dirayah sebelum doa selesai. Namun apa daya, di tengah-tengah gunungan didoakan dan masih dijaga oleh para abdi dalem gladhak (pengusung gunungan), barikade keamanan di depan massa di sisi selatan jebol lebih dulu.Petugas tak kuasa lagi, mereka langsung merayah gunungan wadon yang ada di sisi selatan. Saat itu, para abdi dalem yang masih menengadahkan kedua tangan berdoa di depan gunungan juga langsung buyar karena massa sudah mulai merangsek ke depan.Akhirnya para abdi dalem ada yang menyingkir, namun ada pula yang ikut merayah. Karena di sisi selatan massa sudah merayah duluan. Massa yang ada di sisi utara akhirnya juga ikut merayah gunungan lanang yang ada di dekatnya.Saling dorong memperebutkan gunungan yang terbuat dari aneka buah-buahan, sayuran, bahan makanan pokok dan hasil pertanian. Dalam waktu sekejap, tak kurang dari 10 menit gunungan ludes habis dirayah massa yang ingin ngalap berkah.
(bgs/sss)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































