SBY Minta Umat Islam Maklum Soal Dukungan Sanksi Iran

SBY Minta Umat Islam Maklum Soal Dukungan Sanksi Iran

- detikNews
Jumat, 30 Mar 2007 22:53 WIB
Jakarta - Dukungan Indonesia terhadap resolusi perluasan sanksi Iran menyulut kritikan pada pemerintah. Kritikan ini ditanggapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan meminta umat Islam di tanah air memahami langkah pemerintah tersebut."Saya harap umat Islam dapat memahami langkah yang ditempuh pemerintah berkenaan dengan situasi di Iran," ujar Presiden dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2007).Tudingan adanya tekanan dari kekuatan negara asing, dibantah SBY. Ia memastikan sikap, komitmen dan solidaritas Indonesia kepada Iran serta negara-negara di Timteng tidak berubah. Bahkan akan terus dijaga dan pelihara."Langkah apa pun yang kita tempuh tetap mencerminkan kesadaran kita sebagai bangsa dan negara berdaulat, bebas dari tekanan pihak manapun," tegas SBY.Kepala Negara menjelaskan, penyelesaian krisis nuklir Iran belum selesai. Resolusi kedua yang dikeluarkan DK PBB pekan lalu bukan semata masalah sanksi keras, tapi bagian upaya persuasif untuk merubah posisi dan sikap suatu negara lewat jalur perundingan.Semua pihak yang terlibat dalam masalah ini hendaknya menggunakan sebaik-baiknya tenggat waktu tersisa untuk mencari penyelesaian yang adil dan damai. Caranya melalui jalur perundingan diplomatik yang terbuka, dan bukan penyelesaian dengan kekerasan militer.Sikap tegas RI ini telah disampaikan pada seluruh pimpinan dunia, termasuk kepada para pemimpin Rusia dan AS. Khusus pada negara-negara Timteng, sikap tersebut telah disampaikan lagi oleh Wapres Jusuf Kalla (JK) dalam KTT Liga Arab awal pekan ini."Kita mendukung pengembangan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Semua negara berhak melakukannya, termasuk Iran. Kita juga terus serukan pelucutan kekuatan senjata nuklir untuk semua negara yang punya kemampuan itu, tidak hanya Iran," tandas SBY. (lh/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads