DAS Batang Toru, Benteng Terakhir Habitat Orangutan Sumatera
Jumat, 30 Mar 2007 20:50 WIB
Medan - Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), merupakan benteng terakhir habitat Orangutan Sumatera. Hal ini terkuak dari hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga lingkungan. Penelitian ini selama hampir dua tahun yang dilakukan Conservation International Indonesia (CI) bekerjasama dengan LIPI, ICRAF dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut II, berhasil mengidentifikasi lokasi-lokasi habitat orangutan Sumatera dan satwa lain yang penting untuk segera dilindungi. "Lokasi-lokasi ini berada dalam ketiga wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Dalam kajian ini diketahui estimasi populasi Orangutan Sumatera di bagian barat DAS Batang Toru sebanyak 380 ekor dengan kerapatan populasi 0.2-0.82 individu per kilometer persegi," kata Rondang Siregar, Manager Program Konservasi Orangutan Batang Toru kepada wartawan di Medan, Jumat (30/3/2007). Menurut Rondang, estimasi populasi ini berdasarkan perhitungan dengan metode line transect nest-count. Yakni berdasarkan jumlah sarang Orangutan dalam satu transek penelitian. Berdasarkan hasil survei ini, keberadaan dan sebaran populasi orangutan Sumatera telah diidentifikasi. Wilayahnya meliputi kawasan hutan produksi yang dikelola PT Teluk Nauli, hutan lindung dan hutan suaka alam serta sebagian kecil konsesi eksplorasi pertambangan emas PT Newmont Horas Nauli, kawasan rencana eksploitasi panas bumi PT. Medco Geotermal Indonesia dan daerah tangkapan air PLTA Sipan Sihaporas. "Sekitar 60 persen lokasi habitat Orangutan tumpang tindih dengan lokasi kontrak karya antara HPH Teluk Nauli dan geothermal," kata dia. Selain Orangutan Sumatera (Pongo Abelii) hasil penemuan lainnya adalah Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), Kukang (Nycticebus Coucang), Kambing Hutan Sumatera (Naemorhedus Sumatrensis), Tapir (Tapirus Indicus), Kucing Emas (Pardofelis Marmomata) dan Rusa Sambar (Cervus Unicolor). "Adanya hasil survei ini tentu saja memberikan gambaran bahwa banyak terdapat kekayaan hayati Sumatera Utara yang belum tersingkap," kata Luhut Sihombing, Kepala BKSDA Sumut II.
(rul/mar)











































