Terancam Lumpur, Jalur Pipa Gas Pertamina Dimatikan

Terancam Lumpur, Jalur Pipa Gas Pertamina Dimatikan

- detikNews
Jumat, 30 Mar 2007 20:15 WIB
Surabaya - Pasca meledaknya pipa pertamina pada November 2007 lalu dan merenggut 14 korban, membuat petugas Pertamina khawatir dengan kondisi pipa yang saat ini terancam terendam lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jatim. Akibatnya pipa gas yang baru beberapa hari ini dioperasionalkan, terpaksa harus dimatikan malam ini. "Jarak lumpur dengan pipa gas tinggal 20 centimeter. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan malam nanti saluran gas yang menuju ke Petrokimia Gresik dimatikan sementara," kata Pengawas Pemeliharaan Pipa Pertamina Oyeck Mukidi, kepada wartawan, Jumat (30/03/2007). Menurutnya, penghentian pasokan gas dari Gerungan Madura menuju Petrokimia Gresik ini akan dimulai pada Pukul 19.00 WIB. Karena kondisi pipa gas yang berada di KM 38 saat ini kondisi hampir terendam lumpur panas. Untuk itu pihak Pertamina berencana akan memasang alat temperatur guna mengetahui ketahanan pipa dari ancaman lumpur panas. "Alat pengukur temperatur panas akan segera kita pasang di KM 38 untuk mengetahui ketahanan pipa dari panas," ujarnya. Akibat jebolnya tanggul penahan lumpur di titik 43 dan 44 pada Rabu lalu, aliran liar lumpur panas semakin tidak terkendali. Akibatnya, selain mengancam pipa gas lumpur panas juga mengancam jalur rel kereta api yang ada di Desa Porong. Apabila hal ini tidak segera ditangani oleh Timnas Penanggulangan Lumpur, dikhawatirkan akan kembali memakan korban yang jauh lebih besar. Soalnya jarak lumpur panas dengan rel kereta api saat ini hanya sekitar 30 centimeter, sedangkan jarak lumpur dengan jalan raya Porong hanya sekitar 4 meter. (bdh/mar)


Berita Terkait