Pangeran Saudi Incar Hotel dan Resor di Indonesia
Jumat, 30 Mar 2007 16:31 WIB
Jakarta - Pangeran Al Waleed bin Talal asal Arab Saudi akan berinvestasi di Indonesia. Pangeran Saudi yang merupakan pengusaha terkaya nomor 5 dunia itu lebih melirik bisnis pariwisata dibanding proyek infrastruktur.Al Waleed berharap dapat segera tanamkan invetasinya pada bidang perhotelan dan resor di tanah air tahun ini juga."Kita melihat ada kesempatan bagus berbisnis di perhotelan, mudah-mudahan bisa terlaksana pada bulan-bulan kedepan," kata Al Waleed usai diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Presdien Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2007).Dalam kesempatan itu Presiden didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menperin Fahmi Idris, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Kepala BKPM M Lutfi.Sayangnya Al Waleed belum bersedia mengungkapkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkannya.Pria kelahiran 1955 ini memiliki saham dalam jumlah besar diperusahaan terkemuka seperti Citigroup, Motorola, Apple Computer. Ia juga memiliki saham di jaringan hotel besar seperti Four Seasons dan Plaza Hotel di Amerika Serikat, Savoy Hotel di Inggris, Monte Carlo Hotel di Monako.Menurutnya, tim dari perusahaannya akan membicarakan detil dari rencana investasi ini dengan Menko Perekonomian sesegera mungkin."Nilainya, terlalu dini untuk diungkapkan, lagipula itu tergatung lokasi, besarnya proyek dan diskusi dengan pemilik proyek, tapi begitu diskusi final saya akan umumkan proyek-proyek mana saja yang akan kita ambil," jelas Al Waleed.Ditemui secara terpisah Menteri PU Djoko Kirmanto mengungkapkan dalam pertemuan itu pemerintah menawarkan proyek resor di sejumlah kepulauan di tanah air seperti di bagian barat Bengkulu, sekitar Batam dan Bintan. "Khusus untuk Batam dan Bintan rencananya untuk menandingi proyek serupa milik Singapura," ujar Djoko.Pemerintah juga menawarkan pada Al Waleed proyek infrastruktur yang saat ini sedang digenjot pemerintah, tapi rupanya Al Waleed enggan, dia lebih berminat kepada industri perhotelan."Saya juga tawarkan jalan tol dan air bersih, tapi dia tidak respon, dia maunya resor dan hotel, dan dia juga minta kalau mau bangun supaya dipermudah," papar Djoko.
(hdi/ddn)











































