Demi Adipura, Oknum Tramtib Peras Pedagang

Demi Adipura, Oknum Tramtib Peras Pedagang

- detikNews
Jumat, 30 Mar 2007 16:29 WIB
Jakarta - Demi Adipura - penghargaan kota terbersih -, oknum petugas keamanan dan ketertiban (Tramtib) Kelurahan Rawabadak Utara memeras uang ke pedagang di sepanjang Jl. Berdikari dan Jl Melur, Koja, Jakarta Utara. Alasannya, uang itu akan digunakan untuk mengecet marka jalan menjelang penilaian Adipura 5 April mendatang. "Iya tadi siang ada yang mengaku dari Tramtib. Namanya "W". Dia minta uang untuk ngecat jalan ngadepin Adipura," keluh Badriah (53), pedagang nasi bebek di jalan tersebut, Jumat (30/3/2007). Mendapati perlakuan oknum yang memakai kaos seragam Jumat ber-pin Korpri itu, Badriah resah. Apalagi ia ditekan oleh oknum itu untuk menjadi pengumpul sumbangan dari pedagang lain. "Kalau untuk beli cat segini, siapa yang mampu. Emang harganya murah. Apalagi saya diminta untuk mengumpulkan pedagang lain. Emang saya siapa," tambah Badriah sambil mengacungkan tangan memberi kode besaran cat 25 kg. Keluhan serupa dilontarkan oleh pedagang lain. Agus (47) pedagang minuman softdrink misalnya. Ia menganggap permintaan itu sama saja dengan pungutan liar (pungli). "Itu sama saja pungli. Saya jualan di sini ga ada apa-apa. Apalagi kalau nggak ngasih ngancam mau digusur," kata Agus berapi-api. Jumlah pungutan memang terbilang kecil, minimal Rp 20.000. Namun dengan banyaknya pedagang di jalan Bedikari dan jalan Melur, nilainya jadi lumayan besar bagi pedagang. Ketika dikonfirmasi ke pihak kelurahan Rawabadak Utara, Lurah langsung membantahnya. Ia mengaku tidak ada petugas tramtib bernama "W". "Tidak ada anak buah saya bernama "W". Kalau ada yang mungut gitu, akan saya tindak tegas. Biaya Adipura sudah dibantu Walikota," ujar Lurah Rawabadak Utara, Atim Mulyani. (Ari/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads