Kasus Flu Burung di RI Ada 91 Orang, 71 di Antaranya Tewas
Jumat, 30 Mar 2007 14:54 WIB
Jakarta - Flu burung tak juga berhenti beraksi di bumi tercinta ini. Hingga tanggal 29 Maret 2007, kasus positif flu burung di Indonesia menjadi 91 kasus, 71 diantaranya meninggal dunia. Angka Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) mencapai 78,02%.Demikian laporan yang diterima Pusat Komunikasi Publik dari Posko Flu Burung, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, sebagaimana siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (30/3/2007).Kasus flu burung pada manusia yang terakhir bertambah lagi 2, yaitu Y (perempuan, 28 tahun) asal Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat dan D (laki-laki, 15 tahun) asal Tanjung Beringin Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumbar. Y dan D dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 melalui pemeriksaan PCR Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes tanggal 28 Maret 2007 dan Laboratorium Eijkman Jakarta tanggal 29 Maret 2007 pagi. Y mulai sakit (onset) tanggal 21 Maret 2007, kemudian masuk RS Islam Cempaka Putih tanggal 21 Maret 2007. Karena kondisi kesehatan tidak membaik dirujuk ke RS Gatot Subroto tanggal 24 Maret 2007. Hasil pemeriksaan menunjukkan lekosit dan trombosit rendah dan hasil rontgen pneumonia. Y meninggal tanggal 28 Maret 2007 pukul 04.25 WIB. Faktor risiko belum diketahui, tim surveilans Dinas Kesehatan DKI sedang melakukan penyelidikan. Dengan demikian, kasus flu burung di Propinsi DKI Jakarta menjadi 23 kasus 20 diantaranya meninggal dunia.D mulai sakit dengan gejala demam, sesak nafas dan batuk tanggal 13 Maret 2007. Masuk RS M.Djamil Padang tanggal 23 Maret 2007 pukul 23.35 WIB. Keesokan harinya tanggal 24 Maret 2007 jam 01.10 meninggal dunia. Hasil pemeriksaan menunjukkan lekosit dan trombosit rendah. Faktor risiko dua minggu sebelumnya ayam tetangga mati mendadak 10 ekor. D merupakan kasus flu burung ke-3 di Provinsi Sumatera Barat.TipsFlu burung adalah penyakit yang sangat mematikan. Tapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan setiap warga Indonesia untuk mengurangi risiko penularan virus H5N1. 1) Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat-cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa. 2) Cuci pakai sabun tangan dan juga peralatan masak Anda sebelum makan atau memasak. Masak ayam dan telur ayam sampai matang. 3) Pisahkan unggas dari manusia. Dan juga pisahkan unggas baru dari unggas lama selama dua minggu. 4) Periksakan ke puskesmas jika mengalami gejala flu dan demam setelah berdekatan dengan unggas.
(nrl/ana)











































